Selasa, 12 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Bangli dan Gianyar Utara Terpapar Hujan Abu Pascaerupsi Gunung Agung

25 Mei 2019, 08: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

erupsi gunung agung, aktivitas seismik, hujan abu, hujan pasir, pvmbg ri

Hujan abu akibat erupsi Gunung Agung terpapar sampai Kecamatan Tampaksiring Jumat malam kemarin (Istimewa)

Share this      

BANGLI - Jumat malam (24/5) Gunung Agung di Rendang, Kabupaten Karangasem kembali erupsi. Hujan abu pun menyembur ke Kabupaten Bangli dan Kabupaten Gianyar bagian utara.

Paparan hujan abu tampak jelas terlihat di pemukiman dan kendaraan. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, ada tiga kecamatan terpapar hujan abu.

"Ada beberapa desa sangat keras terdampak," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Bangli Putu Agus Sutapa, tadi malam.

Pertama, di Kecamatan Tembuku meliputi Desa Bangbang; Desa Jehem; Desa Peninjoan; Desa Yangapi. Selanjutnya di Kecamatan Bangli, abu menyasar Desa Landih; Desa Pengotan; Desa Kayubihi; Kelurahan Kubu; Kelurahan Cempaga; Kelurahan Kawan.

Sedangkan di Kecamatan Susut, abu menyasar Desa Susut dan Desa Demulih. "Saat ini kami sedang terus lakukan koordinasi dengan pihak Camat, Kepala Desa. Semoga situasi ini cepat berlalu," pintanya.

Sutapa mengaku, hujan abu ini tidak terlalu berdampak terhadap aktivitas warga. "Karena situasi sudah malam. Warga kebanyakan di rumah," jelasnya.

Paparan hujan abu, sampai mengotori lantai rumah dan kendaraan bermotor. Abu yang turun rintik-rintik juga membuat pengendara harus waspada karena terpapar debu vulkanik.

Salah satu warga asal Kelurahan Kawan, Ketut Wangsa, mengetahui abu turun pada pukul 20.30. "Saat keluar rumah, saya kira apa. Ternyata hujan abu," ujarnya.

Hujan abu juga terpapar hingga Kabupaten Gianyar bagian Utara. Di antaranya kecamatan Tampaksiring, Tegalalang dan Ubud.

Salah satu warga Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Putu Agus, saat hujan abu turun sedang berada di pasar senggol desa setempat. "Pedagang heboh, karena hujan abu lumayan keras," jelas petani bunga itu.

Dia berharap hujan abu tak lama menyembur. "Takut gimana-gimana sama tanaman bunga," tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP