Selasa, 12 Nov 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana
Pasca Hujan Lebat

8 Desa di Jembrana Terkena Dampak, Rumah dan Jalan Nasional Ikut Rusak

25 Mei 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

hujan lebat, rumah terendam, jalan rusak, jalur nasional, bpbd jembrana

Jalan Denpasar –Gilimanuk yang masih terendam banjir kemarin (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA - Curah hujan tinggi yang terjadi pada Kamis (23/5) sore hingga malam, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Jembrana.

Sedikitnya delapan desa terdampak banjir yang merendam puluhan rumah warga dan jalan. Bahkan banjir besar menyebabkan banyak kerusakan rumah warga, dan infrastruktur jalan.

Menurut informasi, banjir terparah terjadi di desa atau kelurahan yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Seperti sungai Ijogading yang meluap merendam rumah warga di Kelurahan Loloan Barat, Loloan Timur, Kelurahan Pendem, dan Kelurahan Baler Bale Agung.

Selain sungai, saluran air irigasi yang meluap merendam puluhan rumah warga di Desa Kaliakah, hingga ke wilayah Kelurahan Banjar Tengah, Lelateng dan Tegal Badeng Timur.

Aliran sungai Ijogading merendam puluhan rumah warga, di Kelurahan Loloan Timur merendam rumah sekitar 40 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 100 jiwa lebih.

Banjir menyebabkan kerasukan rumah dan rusaknya sejumlah perabotan rumah tangga. Bahkan, kuda salah seorang warga hanyut terbawa banjir dan baru ditemukan Jumat (24/5) kemarin di daerah awen atau sekitar 3 kilometer dari kandang.

“Ada warga juga yang digigit ular saat banjir. Korban sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” kata Kepala Lingkungan Loloan Timur Mustahidin, kemarin.

Sementara di Kelurahan Loloan barat, banjir juga merendam puluhan rumah warga yang berada di pinggir aliran sungai.

Salah satunya rumah Jami’iyah, air merendam hingga lebih dari separuh rumahnya. Akibatnya, seluruh barang yang ada dalam rumah terendam air dan lumpur. Barang elektronik juga rusak.

“Semalam (Kamis malam), hanya keliatan gentengnya,” ujarnya. Rumah warga di Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem juga nyaris hilang diseret derasnya air.

Rumah yang dihuni dua kepala keluarga, Ketut Suarsa, 67, rusak parah pada bagian dan kamar mandi. Tembok hancur dan atap rumah jatuh.

Air hujan juga merendam rumah hingga menyebabkan kerusakan, terutama barang elektronik. “Kalau yang elektronik sudah tidak bisa dipakai lagi,” kata Gede Purita,47, anak dari Suarsa.

Rumah warga Banjar Tengah juga banyak terendam banjir, sebagian mengungsi ke tempat lebih aman dari banjir.

Salah satunya rumah warga yang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, karena rumahnya terendam banjir dievakuasi ke Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara.

Rumah warga Kelurahan Banjar Tengah ini terendam aliran sungai irigasi dari Desa Kaliakah hingga merendam Jalan Denpasar-Gilimanuk.

Tingginya air, menyebabkan lalu lintas sempat terganggu pada Kamis malam. Puluhan rumah warga Desa Kaliakah juga terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.

Air banjir yang datang sangat cepat membuat warga tidak bisa mengevakuasi barang-barang berharga. Jumat pagi, warga Desa Kaliakah terlihat membersihkan rumah dari lumpur yang masuk ke dalam rumah mereka.

Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur jembatan dan jalan. Seperti jembatan penghubung Kelurahan Pendem dan Kelurahan Baler Bale Agung yang baru dibangun setahun lalu rusak pada ujung utara jembatan.

Tanah sebelum masuk landasan jembatan tergerus air hingga berlubang dan beton terlepas.

Kerusakan terparah di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Pendem, jalan penghubung antara Kelurahan Baler Bale Agung yang berada di pinggir aliran sungai Ijogading longsor tergerus air sekitar 50 meter dan lebar sekitar 3 meter.

Akibatnya, jalan yang biasanya bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya bisa dilalui roda dua. “Terganggu sekali kalau jalannya rusak begini,” kata salah seorang warga. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP