Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Mimih Dewa Ratu…Mengamuk dan Pukuli Kakak Kandung, Kayun Diamankan

27 Mei 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pukuli kakak kandung, depresi berat, kayun diamankan, satpol pp gianyar

Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan Kayun dan dibawa ke RSJ Bangli untuk menjalani pengobatan (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Beberapa hari terakhir, I Ketut Kayun, 33, warga Banjar Temesi, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, sering mengamuk tanpa alasan jelas.

Bahkan melukai kakaknya sendiri. Karena dianggap membahayakan warga, akhirnya diamankan petugas Satpol PP Gianyar Jumat (24/5) lalu. Dia langsung dibawa ke RS Jiwa Bangli.

Menurut Petugas Satpol PP Gianyar, Wayan Nasta, Kayun berulah diduga karena depresi. “Ada masalah keluarga. Dia sering ribut dengan saudaranya,” ujar Nasta kemarin (26/5).

Puncaknya, Kayun ini memukul tangan kakak kandungnya hingga berdarah. “Tangan kakaknya luka, sampai dibalut perban. Saudara yang lain dikejar-kejar,” jelasnya.

Kayun yang tampak tak terkontrol itu langsung dilaporkan ke Satpol PP Gianyar. “Kami langsung turun menenangkan dia. Kami bujuk pelan-pelan,” jelasnya.

Diakui Nasta, sekilas Kayun memang tak tampak seperti orang gangguan jiwa. Awalnya, Kayun yang sudah memiliki 2 orang anak itu tidak mau diangkut ke mobil patroli.

Kayun tampak gelisah ketika petugas mengajaknya ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, di Kabupaten Bangli.

Dari rekaman video yang diperlihatkan Nasta kepada Jawa Pos Radar Bali, Kayun tampak tidak mau diamankan.

“Eda tiyang keneange (Jangan saya dibeginikan, red),” ujar Kayun dalam video tersebut. Para petugas Satpol PP pun berusaha membujuk Kayun supaya mau diajak berobat.

Setelah dirayu dan diberikan penjelasan, akhirnya Kayun mau naik ke dalam mobil patroli ditemani kerabatnya.

“Akhirnya dia mau dibawa ke Bangli. Ini baru pertama kali dia dibawa ke Bangli. Karena depresi,” imbuh guru silat Perisai Diri itu.

Sampai di Bangli, Kayun saat hendak diperiksa petugas kembali tidak tenang. Dia beberapa kali berdiri dari tempat duduk pemeriksaan.

“Sekarang masih ditangani sama RSJ. Kakaknya minta supaya adiknya sampai sembuh, baru boleh dibawa pulang,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP