Selasa, 20 Aug 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebelum Dibuang, Ibu Sadis di Kuta Ini Cekik Leher Bayi Sampai Tewas

30 Mei 2019, 20: 51: 32 WIB | editor : ali mustofa

ibu muda, lahirkan bayi, bayi laki-laki, wanita muda, bunuh bayi, polsek kuta

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

KUTA - Selviana Buik, perempuan muda yang ditangkap karena diduga telah membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkannya, kini resmi ditahan di Polsek Kuta.

Polisi kini tengah menyelidiki siapa gerangan ayah dari sang bayi sehingga pelaku tidak sudi melahirkan tanpa ayah dan memutuskan untuk membunuh bayi tak berdosa itu.

Yang jelas, terkait siapa ayah dan apa motif pelaku membunuh darah dagingnya itu, masih didalami kepolisian Polsek Kuta. 

"Masih kami dalami motif pastinya. Kami juga tengah selidiki siapa ayah sang bayi," kata Kanitreskrim Polsek Kuta, Iptu Ika Prabawa, Kamis (30/5) siang.

Yang mencengangkan, diduga kuat, pelaku membunuh bayinya ini dengan cara yang sangat keji. Diduga, pelaku menghabisi nyawa sang bayi dengan cara dicekik.

Dugaan ini juga diperkuat dengan dengan hasil otopsi, yang dimana ditemukan bekas memar di leher bayi berjenis kelamin laki-laki itu.

"Dari hasil otopsi ada bekas memar di sekitar leher (bayi)," ujar Iptu Ika Prabawa. Kini jasad bayi malang itu berada di rumah duka Rumah Sakit Sanglah Denpasar.

Kasus dugaan pembunuhan bayi ini sendiri terjadi pada Jumat (17/5) sekitar pukul 20.30. Saag itu pelaku yang memang telah hampir sekitar 9 bulan, melahirkan di kamar mandi.

Namun karena takut diketahui orang lain, bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu dibunuh oleh wanita kelahiran Katara, NTT ini.

Pelaku lalu membuang orok malang itu di tempat sampah dekat kamar mandi kos dan dibungkus menggunakan kain hitam.

Kejadian ini terungkap setelah para penghuni kos lainnya menemukan orok bayi tersebut di dalam tempat sampah kamar mandi kosan.

Kemudian seorang saksi bernama Jufri yang sedang melintas dekat kosan itu pun penasaran saat banyak kerumunan orang yang menyaksikan penenuan orok bayi tersebut.

Saksi kemudian berinisiatif untuk mengecek ke dalam salah satu kamar kos, yakni kamar pelaku. Saksi kemudian curiga saat menemukan pelaku sedang dalam kondisi lemas. 

Mendapati hal itu, kemudian pelapor ke pos terpadu Desa Adat Legian untuk melaporkan penemuan tersebut dan juga melaporkan ke Polsek Kuta

lalu bersama petugas kepolisian ke lokasi kejadian untuk memeriksa perempuan yang dicurigai sebagai ibu orok tersebut.

Setelah dimintai keterangan, dugaan pun menguat. Pelaku langsung digelandang ke Polsek Kuta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Namun, karena mengalami pendarahan, pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit Sanglah untuk mendapatkan penanganan medis. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP