Senin, 24 Jun 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Alarm! Kunjungan Wisatawan Turun, Terburuk Sejak Tiga Tahun Terakhir

11 Juni 2019, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kunjungan wisatawan turun, pariwistaa bali, kunjungan terburuk, bps bali

Wisatawan Tiongkok sedang menikmati keindahan lokasi wisata di Gunung Payung, Kuta Selatan (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mengeluarkan rilis ke publik terkait jumlah kunjungan wisatawan ke Bali selama tahun 2019.

Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari bulan Januari sampai April 2019 terbilang menurun drastis.

Persentasenya mencapai 0,04 persen dibandingkan jumlah kunjungan April tahun 2018 lalu. Fakta itu diungkap Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho saat ditemui di kantornya, Selasa (11/6) siang. 

kunjungan wisatawan turun, pariwistaa bali, kunjungan terburuk, bps bali

Kepala BPS Bali Adi Nugroho (Marcel Pampurs/Radar Bali)

"Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini lebih rendah dibandingkan April tahun lalu," kata Adi Nugroho.

Padahal, kata dia, tiga tahun terakhir, sejak 2016 tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali cenderung meningkat setiap tahun.

Namun 2019 ini, trendnya malah turun, sehingga tahun ini menjadi yang paling buruk selama tiga tahun belakangan.

April 2018 lalu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1.819.943. Sedangkan April 2019 mencapai 1.819.209. Sehingga angkanya menurun hingga 0,04 persen.

"Di tahun ini berada di bawah rekor. Sehingga saya perlu mengingatkan kepada para pelaku pariwisata di Bali, jangan-jangan Bali sedang menghadapi situasi yang berbeda.

Untuk itu, maka kalau boleh saya menganjurkan perlu segera dilakukan kajian terkait penyebabnya," tambah Adi Nugroho.

Menurutnya, angka ini perlu dicari penyebabnya. Karena, kata dia, saat ini tingkat kunjungan turis mancanegara secara nasional malah meningkat. Sedangkan di Bali, menurun.

"Apa mungkin wisatawan sedang tertarik berkunjung ke daerah lain selain Bali, ini perlu dikaji. Atau mungkin ini efek dari 10 Bali Baru. Nah, ini juga perlu dikaji," tandasnya. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP