Senin, 24 Jun 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

5 Fakta Foto Syur Bidan di Jembrana Masukkan Mentimun ke Organ Vital

12 Juni 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

oknum bidan, bidan jembrana, masukkan mentimun, organ vital, kasus heboh

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

NEGARA – Foto seorang oknum bidan yang bertugas di salah satu puskesmas di Kabupaten Jembrana memasukkan buah mentimun ke alat vitalnya viral sejak kemarin.

Foto-foto tak senonoh itu pun viral di media sosial dan menjadi bahasan masyarakat setempat setelah diposting di akun facebook.

Namun, setelah menjadi viral, akun FB Wayan yang mengunggah foto syur itu langsung diblok dan tidak bisa dibuka lagi. Berikut fakta-fakta yang terkuak yang perlu Anda tahu.

1.       Oknum bidan itu diketahui berinisial NW yang bertugas sebagai bidan kontrak di salah satu Puskesmas di Pekutatan, Jembrana.

2.       Pasca kasusnya mencuat, bidan NW dilaporkan mengundurkan diri sebagai bidan kontrak tanpa alasan jelas.

3.    Ada tiga foto syur yang membuat geger masyarakat Jembrana. Foto pertama, bidan NW memegang payudara sebelah kiri dengan posisi bersandar di tembok yang diduga kamarnya dengan berisi earphone dikedua telinganya. Foto kedua, bidan NW memegang Mrs V. Foto ketiga yang paling heboh, di mana bidan NW memasukkan mentimun ke dalam alat kelaminnya.

4.       Foto-foto syur bidan NW pertama kali diunggah oleh akun FB bernama Wayan 11 hari lalu. Namun, setelah viral, akun tersebut tidak keliatan alias di blok.

5.   Pengunggah foto syur sang bidan diduga sang kekasih yang meminta uang sebesar Rp 30 juta dengan acaman jika tidak diberikan maka foto-foto dan videonya yang akan disebar di medsos. Menurut informasi, sang bidan baru memberikan Rp 10 juta. Sehingga sang kekasih diduga mengunggah foto-foto tersebut ke facebook.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita saat dikonfirmasi mengaku belum ada laporan mengenai beredarnya video tersebut.

Pihaknya akan mengecek kebenaran foto yang beredar di media sosial tersebut, untuk memastikan apakah memang benar warga Jembrana karena meresahkan.

”Informasinya sudah masuk. Belum ada laporan, tapi anggota sudah menelusuri di lapangan,” pungkasnya.

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP