Senin, 22 Jul 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Mabuk, Hantam Pohon dan Pagar Warga, Pengemudi Mobil Klenger

19 Juni 2019, 06: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

mabuk berat, mobil hantam pohon, mobil tabrak pagar, pengemudi klenger, polres buleleng

Mobil yang terlibat kecelakaan tunggal di Bungkulan membuat pengemudinya harus dirawat di rumah sakit (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Diduga mengemudi dalam kondisi mabuk alkohol, sebuah mobil dengan nomor polisi B 1572 BYG mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Singaraja-Kubutambahan.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kecelakaan itu diduga terjadi sekitar pukul 02.15 Selasa (18/6) dini hari. Kecelakaan itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Peristiwa bermula saat mobil B 1572 BYG melaju dari arah Kota Singaraja menuju ke Kubutambahan. Mobil saat itu dikemudikan Gede Widiarta, 29, warga Desa Bungkulan.

Memasuki lokasi kejadian, tiba-tiba saja pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraannya. Akibatnya mobil langsung oleng ke arah utara jalan.

Mobil kemudian menghantam sebuah pohon asem jawa yang tumbuh di pinggir jalan. Tak hanya itu mobil juga menghantam sebuah pohon mangga dan pagar rumah warga.

Akibat kejadian itu, pengemudi mengalami luka robek pada kepala kanan. Bukan hanya pengemudi, empat penumpang lainnya juga mengalami luka-luka.

Para penumpang itu adalah Gede Ardi Wiardana, 20, warga Desa Bungkulan, mengalami luka robek pada dahi kiri; Ketut Sumber Kawindra, 40, warga Desa Bungkulan, mengalami luka robek pada alis kanan.

Ada pula Ketut Juli Artawan, 20, warga DesaBungkulan, mengalami luka robek di kepala dan retak tulang bahu.

Serta Ketut Prema Santi, 19, warga Desa Bungkulan, mengalami patah tulang rahang, patah tulang pipi, dan patah tulang tengkorak atas.

Baik pengemudi maupun penumpang, menjalani perawatan di RS Kertha Usada Singaraja.

Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Ni Putu Diah Kurniawandari mengatakan, kecelakaan itu merupakan kecelakaan tunggal.

Saat jalan menikung, pengemudi tak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak pepohonan di pinggir jalan.

“Keterangan dari tim medis juga pengemudi dan seluruh penumpang, berbau alkohol. Jadi kemungkinan kecelakaan ini terjadi

karena pengemudinya dalam kondisi terpengaruh alkohol. Sehingga kendaraan oleng dan memicu kecelakaan tunggal,” kata Diah.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP