Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Jalur Wisata Rusak, Masyarakat Nusa Penida Perbaiki Secara Swadaya

19 Juni 2019, 12: 38: 36 WIB | editor : ali mustofa

jalur wisata rusak, masyarakat nusa penida, perbaiki secara swadaya, telur emas bali

Warga Nusa Penida bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak kemarin (kolose radar bali)

Share this      

SEMARAPURA - Kecamatan Nusa Penida kini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara untuk berlibur.

Meski begitu, banyak ruas jalan di wilayah tersebut mengalami rusak parah. Bahkan, ruas jalan menuju objek wisata juga terlihat mengalami rusak berat.

Tidak ingin berlama-lama menunggu realisasi dari Pemkab Klungkung, sejumlah warga Nusa Penida melakukan perbaikan jalan rusak di wilayah Desa Bunga Mekar

yang merupakan jalan kabupaten menuju sejumlah objek wisata terkenal seperti Pantai Klingking dan lainnya, kemarin.

Koordinator perbaikan jalan, I Nengah Darmawan mengatakan, jalan di desanya kerusakannya sudah sangat rusak parah.

Kondisi jalan tersebut kerap membuat wisatawan terjatuh. Padahal, jalan tersebut adalah jalan kabupaten menuju sejumlah objek wisata terkenal seperti Pantai Klingking dan lainnya.

“Ada delapan titik yang kondisinya sangat rusak berat. Rusak sudah cukup lama,” katanya. Atas kondisi itu, sejumlah warga yang awalnya

berbincang santai akhirnya memutuskan untuk melakukan penggalangan bantuan untuk memperbaiki jalan yang rusak berat tersebut secara swadaya.

Benar saja, ide tersebut tidak hanya didukung oleh warga Desa Buka Mekar namun juga sejumlah warga desa tetangga, seperti Desa Sakti, Batumadeg, Suana, dan desa lainnya.

“Ada yang berupa pasir, semen, uang tunai dan tenaga,” ujarnya. Kemarin, warga Banjar Gelagah dan Behu mulai memperbaiki jalan tersebut menggunakan bantuan yang telah terkumpul.

Jalan yang rusak di desa tersebut diperkirakan mencapai 1,1 kilometer. Dengan bantuan tersebut, diperkirakan bisa memperbaiki sekitar 60 meter jalan yang rusak.

Sementara saat ini baru sekitar 15 meter jalan rusak yang telah diperbaiki. “Kami melakukan hal ini bukan untuk membuat pemerintah geram. Kami lakukan ini untuk menunjukkan bahwa kami juga bisa memberikan kontribusi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kecamatan Nusa Penida yang memiliki panjang jalan paling panjang dibandingkan kecamatan lainnya,

yakni sekitar 229.007 meter dengan kondisi baik sekitar 151.912 meter, sementara rusak berat sekitar 37.785 meter.

Untuk itu ada sekitar 21 kilometer panjang jalan yang rencananya diperbaiki di tahun 2019. Jumlah anggaran yang akan digunakan untuk penanganan jalan di tahun 2019 itu sekitar Rp 31,8 miliar untuk di Nusa Penida.

Adapun panjang jalan yang diperbaiki di tahun 2019 itu berstatus jalan kabupaten. Sementara di Nusa Penida ada jalan-jalan

non status yang kondisinya rusak berat dan merupakan akses ke sejumlah objek wisata terkenal di Nusa Penida. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP