Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Janji Segera Tahan WN Irak Penganiaya Tukang Kebun

19 Juni 2019, 17: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

WNA Irak dipolisikan, asisten rumah tangga, kasus penganiyaan, Polsek Densel, segera ditangkap, tukang kebun,

LUKA : Korban Afit menunjukkan bekas luka cakar di bagian leher (Dok. Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Sepekan pascadilaporkan, penyidik Polsek Denpasar Selatan (Densel) belum juga menahan Ahmed Hashim Asmael, Warga Negara Asing (WNA) Irak penganiaya Afit Akhorli, 37, tukang kebun.

 Bahkan meski telah meminta keterangan saksi korban yang juga pelapor, namun hingga kini polisi juga tak kunjung memanggil maupun memeriksa Ahmed.

Terkait belum dilakukannya pemeriksaan terhadap terlapor, Kanit Reskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika menyatakan jika hal itu lebih karena penyidik masih focus pada pemeriksaan saksi.

"Belum (diperiksa). Sekarang masih pemeriksaan saksi," tegas Iptu Hadimastika, Rabu (19/6).

Dijelaskan, sejak masuknya laporan ke Polsek Denpasar Selatan, pihaknya langsung melakukan pendalaman termasuk meminta keterangan para saksi.

Sedangkan terkait upaya penangkapan ataupun pemanggilan terlapor, Hadimastika mengaku akan segera menangkap pria Irak itu. "Segera (ditangkap)," tambahnya singkat. 

Seperti diketahui, dari cerita pelapor, aksi penganiayaan yang dilakukan WNA bernomor pasport A11336933 terjadi, pada Senin (10/7) sekitar pukul 18.30 di rumah majikannya di Jalan Batur Sari, Gang Zamrud no 5B, Sanur, Denpasar Selatan.

Saat itu, pelaku sedang bertengkar dengan majikan korban yang merupakan pacar pelaku.

Pelaku dan majikan korban bertengkar hingga adu mulut menggunakan bahasa Inggris. Saat pertengkatan terjadi, korban yang saat itu sedang istirahat seuasi membersihkan sekeliling rumah majikannya.

Melihat majikannya terlibat pertengkaran, korban pun berinisiatif melerai.

Nahas bagi korban, bukannya mereda, Afit justru malah mendapatkan bogem mentah dari pelaku.

"Saat itu bos saya bertengkar denga dia (pelaku) di ruang makan. Karena saya melihat (pelaku) mau main fisik, kemudian saya datang melerai. Tapi justru saya ditonjok sebanyak empat kali," terang korban saat itu.

Setidaknya, Afit terkena pukulan empat kali di bagian wajah, dicakar di leher dan digigit jari tengah tangan bagian kanan oleh pelaku.

Melihat hal itu, majikan korban pun berlari keluar meminta bantuan para tetangga.

Akibat penganiayaan wajah dan mata Afit mengalami memar. Lehernya juga mengalami luka cakar juga memar pada pinggang kanan.

Penganiayaan terhadap korban pun akhirnya dihentikan pelaku berkat pertolongan para tetangga yang melerai.

Atas kejadian itu, korban pun langsung melaporkan pelaku ke Mapolsek Denpasar Selatan

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP