Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Politika

Kader dan Pengurus Golkar Se Bali Tolak Wacana Percepatan Munaslub

19 Juni 2019, 21: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

wacana Munaslub, Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, partai beringin,

SEPAKAT TOLAK MUNASLUB : Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih didampingi jajaran pengurus Partai Golkar Bali (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Penolakan wacana percepatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh kader muda Partai Golkar terus bergulir.

Teranyar, penolakan terhadap wacana percepatan munaslub itu bukan hanya datang dari para tokoh beringin di pusat.

Namun penolakan juga datang dari para kader dan pengurus Partai Golkar di daerah.

Salah satunya seperti terungkap dalam rapat pleno diperluas yang digelar oleh Pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Bali bersama DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se Bali di kantor Sekretariat Partai Golkar Bali , di Jalan Surapati Denpasar, Rabu (19/6).

Atas munculnya wacana munaslub, rapat yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih secara tegas langsung menyatakan sikap politiknya.

Menurut Demer-sapaan Gde Sumarjaya Linggih, dari sejumlah aspirasi yang disampaikan dalam rapat pleno, seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di Bali sepakat untuk menolak wacana munaslub.

Sebaliknya, para kader dan pengurus Partai Golkar se Bali juga bulat mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menuntaskan masa jabatannya.

"Aspirasi DPD II diterima dalam rapat Pleno, dan pernyataan sikap yang dirumuskan dalam rapat pleno itu akan kami serahkan kepada ketua umum di Jakarta hari Jumat," terang Demer. 

Lebih lanjut, kata Demer, terkait dukungannya terhadap kepemimpinan Airlangga, Golkar Bali menilai, selama 1,5 tahun ini, salah satu keberhasilan Airlangga Hartarto memimpin Partai Golkar yakni membawa Golkar menduduki peringkat kedua hasil Pileg 2019, yang sebelumnya diprediksi berada di urutan keempat setelah Partai Gerindra dan PKB. 

“Atas dasar itu, kami menentang adanya wacana Munaslub Golkar. Munas Golkar tetap digelar sesuai waktu normal pada Desember mendatang. Menggelar Munaslub selain alasan yang tidak mendasar, juga untuk menghindari gejolak internal menghadapi Pilkada tahun 2020”

 "Kami merasa waktunya (Munas) tidak perlu dipercepat karena kami menginginkan adanya suasana yang kondusif dalam menghadapi Pilkada ini sehingga jangan sampai ada yang luar biasa lagi terjadi di partai ini karena itu kami tetap seperti jadwal yang biasa (paling lambat Desember 2019)," tukas Demer.

(rb/feb/pra/mus/JPR)

 TOP