Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Aksi Heboh ANP; ABG Yang Coba Bunuh Diri

Bertelanjang Dada Tidur Di Jalan, Selamat Karena Kabur Didekati Polisi

19 Juni 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

percobaan bunuh diri, ABG 14 tahun, Polsek Gianyar, dianaktirikan bunuh diri, lulusan SMP, Jalan Bypass Mantra,

SELAMAT : ANP saat diamankan di Mapolsek Gianyar usai mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan tidur di tengah jalan (Istimewa)

Share this      

Kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan ANP, ABG 14 tahun asal Klungkung benar-benar bikin heboh jagat Bali.

Hanya gara-gara merasa dianaktirikan oleh kedua orangtuanya, remaja lulusan SMP itu nekat bertelanjang dada tiduran di tengah Jalan bypass IB Mantra, Banjar Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar.

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

Meski berniat ingin mengakhiri hidup dengan tidur di tengah jalan, namun takdir berkata lain.

ANP, anak baru gede (ABG) anak pasangan suami istri I WS dan Ni NP yang berniat agar tubuhnya dilindas kendaraan yang melintas itu berhasil diselamatkan.

Kapolsek kota Gianyar, Kompol Ketut Suastika, membenarkan aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan remaja tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu.

“Awalnya ada petugas kepolisian melihat anak itu tidur di tengah jalan. Lalu petugas menghubungi Polsek,” ujar Kompol Suastika, Rabu (19/6).

Kemudian, petugas patroli Polsek Kota Gianyar dikomando oleh Kepala SPKT yang sedang patroli mendatangi lokasi kejadian.

Sebelum melakukan aksi nekat, ANP datang dari Klungkung ke Gianyar membawa sepeda motor Honda Vario.

Setibanya di lokasi kejadian, dia langsung tiduran di tengah jalan.

“Saat petugas mendekati, anak itu sempat kabur. Lalu kami berusaha amankan,” jelasnya.

Setelah berhasil mengamankan, remaja itu langsung dibawa ke Polsek Gianyar untuk dimintai keterangan.

Polisi juga memanggil orang tuanya, yakni ayah berinsial WS dan ibu berinisial NP.

Orang tuanya itu dari Klungkung mendatangi si anak yang diamankan Polsek.

“Setelah di Polsek baru dia mengeluh, kalau dia dianaktirikan sama orang tuanya,” jelasnya.

Dari penuturan remaja itu kepada polisi, kemauannya tidak pernah dipenuhi.

“Anak ini punya dua orang kakak. Kalau kakaknya apa diminta selalu dipenuhi, sedangkan dia tidak. Ini yang kemudian membuat dia mengeluh,” jelasnya.

Akhirnya setelah diberikan pembinaan oleh polisi, dan dinasihati oleh orang tuanya, anak ini mulai disadarkan.

“Sudah kami pulangkan kembali,” tukasnya.

(rb/dra/pra/mus/JPR)

 TOP