Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Politika
Soal Paket Kembang-Asa di Pilkada Jembrana

Tak Ada Ambisi, Sugiasa Tolak Mentah-Mentah Tawaran Bupati Artha

24 Juni 2019, 18: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Pilkada 2020, Pilkada Jembrana, Paket Kembang-Asa, Bupati Artha, kader PDIP, Kembang Hartawan, Ketut Sugiasa, tolak lawaran,

Ketut Sugiasa (Dok. Radar Bali)

Share this      

MESKI digadang-gadang dan didorong bisa bersanding dan berpaket dengan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Pilkada Jembrana 2020, namun tawaran dan harapan Bupati Jembrana I Putu Artha langsung ditolak mentah-mentah oleh Sugiasa.

Sebaliknya atas tawaran itu, politisi PDIP  yang terpilih sebagai anggota DPRD Bali pada pemilihan legislatif 17 April lalu, itu mengaku tidak memiliki ambisi menjadi calon wakil bupati Jembrana.

Bahkan, meski nantinya dibuka pendaftaran bakal calon sesuai mekanisme partai, Sugiasa mengakut tidak akan mendaftar sebagai kandidat karena sudah terpilih menjadi anggota DPRD Bali.

Salah satu alasan Sugiasa tidak akan maju di bursa Pilkada Jembrana 2020, karena baru terpilih untuk menjadi anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Jembrana.

“Saya tidak akan maju jadi calon bupati atau wakil bupati. Saya tidak haus kekuasaan, masak baru dipilih jadi dewan Provinsi sudah mau nyalon wakil bupati. Saya berterima kasih sudah dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi, itu kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Namun demikian, Sugiasa menegaskan apabila nantinya partai menugaskan untuk menjadi calon pada Pilkada 2020 akan mematuhi semua perintah partai.

“Kalau partai menugaskan. Mekanisme berjalan sudah harus, kita tunduk sebagai kader partai. Tidak boleh berkhianat. Asal saya tidak pernah minta. Saya tidak pernah meminta jabatan apapun, tapi kalau partai menugaskan karena petugas partai silakan,” tegasnya.

Lantas siapa sosok yang layak menjadi calon wakil bupati? Atas pertanyaan itu Sugiasa secara diplomatis menyatakan jika calon pasangan pendamping tergantung chemistry, tergantung partai sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Partai bebas mengusung siapa saya yang dinilai layak. 

(rb/pra/bas/mus/JPR)

 TOP