Jumat, 19 Jul 2019
radarbali
icon featured
Sportainment

Rilis Single Anyar, Indra Lesmana Kemas dengan Sound Lebih Nendang

05 Juli 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

indra lesmana project, rilis single anyar, sound lebih nendang

Indra Lesmana Project (ILP) yang baru saja menelurkan single terbarunya berjudul Apocrypha Verse II, yang akan menjadi bagian dari album penuh mereka yang saat ini dalam tahap penggarapan. (ILP for Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Indra Lesmana Project (ILP) kembali menunjukkan keseriusan mereka dalam musik beraliran proggresive metal.

Kini band yang beranggotakan Indra Lesmana (kibor), Shadu Shah (bas), Karis (gitar), Ray Syarif (gitar), Hata Arysatya (drum) dan Togar (vokal) ini tengah fokus menggarap album penuh yang akan dikeluarkan tahun ini.

Namun, sebelum itu, agar ingatan para pendengar tentang band yang telah menelurkan satu mini album di tahun 2018 lalu berjudul Sacred Geometryini tetap segar,

ILP terlebih dulu melempar single mereka yang berjudul Apocrypha Verse II yang dirilis lewat platform digital 19 Juni lalu.

Ditemui di kawasan Sanur, Indra menuturkan lagu ini sendiri akan menjadi bagian dari album penuh yang selama ini masih dalam tahap penggarapan.

Dengan proses penggarapan yang dikemas secara mandiri ini, diakui Indra sound yang didapatkan dari single ini lebih nendang dari lagu-lagi ILP sebelumnya.

“Sound lebih dapat dan padat banget. Ini proses sih warnanya lebih kental musiknya ILP seperti ini. Penyampaian lebih yakin, kalau dulu kan karena pertama. Dan masih mencari komposisi yang pas,” tuturnya.

Diakui, musisi yang kental dengan garapan-garapan jazz ini menuturkan bahwa single ini sekaligus menjawab konsistensi ILP dalam mengusung musik metal.

“Karena cukup lama tidak mengeluarkan karya baru. Setahun setelah mini album. Nah makanya, untuk tahun ini kami tahan dulu tawaran manggung untuk ILP

karena fokus bikin album, tinggal satu lagu aja. Setelah itu baru manggung. Biar orang tidak lupa dengan ILP,” kata musisi kelahiran Jakarta ini.

Lagu ini sendiri tetap mengusung konsep yang dibentuk Indra untuk band ini dari awal. Mengusung konsep cerita fiksi, peradaban zaman dulu tentang mesopotamia, Yunani dan tentang kehidupan manusia zaman dulu.

“Saya dari dulu memang menyukai hal demikian. Makanya untuk membuat lagu-lagu seperti itu, literasi bacaan harus kuat.

Kebetulan saya punya istri yang memang sering saya ajak diskusi. Kadang pembuatan lirik juga dibantu istri saya,” jelas Indra.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP