Minggu, 25 Aug 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Lalu Lalang Truk Pengangkut Limbah Batubara Picu Debu, Warga Protes

08 Juli 2019, 11: 46: 17 WIB | editor : ali mustofa

truk limbah, pengangkut limbah, limbah batubara, perbekel celukan bawang, desa celukan bawang

Truk pengangkut pasir limbah batubara melintas di jalan masuk pelabuhan Celukan Bawang yang memicu munculnya debu dikeluhkan warga. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

GEROKGAK - Lalu lalang truk pengangkut pasir limbah batubara dikeluhkan warga Celukan Bawang, Gerokgak yang berada di jalan menuju pelabuhan laut Pelindo III Celukan Bawang.

Aktivitas truk pengangkut limbah yang mengeluarkan debu saat melintas membuat sejumlah warga harus menggunakan penutup muka dan masker.

Bahkan, warga yang tinggal dipinggir jalan terpaksa menutup warung, karena dagangan mereka menjadi kotor karena terkena debu.  

Pantauan Jawa Pos Radar Bali sejak pukul 09.00 pagi, aktivitas truk berwarna orange pengangkut limbah batubara PLTU lalu lalang di jalan masuk pelabuhan laut Celukan Bawang.

Limbah batubara ini dibawa ke dermaga pelabuhan untuk diangkut menggunakan kapal tongkang menuju Surabaya, Jawa Timur.

Limbah batubara berupa pasir akan diolah kembali menjadi batu bata ringan. “Sudah seminggu aktivitas truk pengangkut pasir limbah batubara lalu lalang

di jalan pelabuhan laut. Karena pasir yang diangkut sehingga berdebu,” kata Dahlan, 45 warga Dusun Celukan Bawang.

Menurut Dahlan, sempat memang ada petugas dari Pelindo yang menyiram jalan agar tidak berdebu. Tapi itu hanya beberapa hari saja, sekarang tidak ada lagi. Sehingga debu muncul kembali.

“Truk pengangkut pasir limbah batubara menghasilkan debu di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Sehingga kami gunakan masker jika beraktivitas,” keluhnya.

Bukan dirinya saja yang mengeluhkan lalu lalang dari truk pengangkut limbah batubara tetapi warga lainnya yang juga berada di pinggir jalan.

Warga dusun sudah melaporkan kepada pemerintah desa. Kemudian melanjutkan kepada pihak Pelindo III dan PLTU Celukan Bawang.

Namun, belum direspon sama sekali. Seperti diketahui limbah batubara sangat berbahaya sekali bagi masyarakat.

“Saya berharap sekali dilakukan tindak berupa menyiram jalan yang berdebu. Agar warga dapat beraktivitas.

Meski pengangkutan limbah batubara hanya dilakukan setahun dua kali melalui pelabuhan laut Celukan Bawang,” tandasnya.

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP