Jumat, 19 Jul 2019
radarbali
icon featured
Events

Kemarau Panjang, ACT Distribusikan Air Bersih di Wilayah Karangasem

10 Juli 2019, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

aksi cepat tanggap, mri karangasem, act bali, kemarau panjang, air bersih, kekeringan karangasem

ACT Bali dibantu MRI Karangasem mendistribusikan air bersih di Banjar Belatung, Rendang, Senin lalu (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau (BMKG) mencatat terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem.

"Dari hasil analisis BMKG, teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/7)

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) merespon langsung dengan mendistribusilkan air bersih menggunakan mobile water tank.

aksi cepat tanggap, mri karangasem, act bali, kemarau panjang, air bersih, kekeringan karangasem

ACT Bali dibantu MRI Karangasem mendistribusikan air bersih di Banjar Belatung, Rendang, Senin lalu (Istimewa)

“Aksi tanggap ini sebagai bentuk kepedulian ACT kepada masyarakat yang terkena dampak kemarau panjang tahun ini,” ujar tim program ACT Bali, Hidzqy.

Tahap awal, Senin (8/7) lalu ACT Bali mendistribusikan 6,000 ribu liter air bersih ke Banjar Belatung, Desa Rendang.

Pendistribusikan akan dilakukan hingga sepekan ke depan di beberapa daerah yang terdampak kekurangan air bersih di kabupaten Karangasem lainnya.

“Seperti hari ini kita akan mendistribusikan air bersih ke Banjar Batusesa,“ ujar Rahman Ketua MRI Karangasem sebagai penanggung jawab pendistribusian air bersih wilayah Karangasem.

ACT Bali menjadi lembaga yang pertama kali datang dan mendistribusikan air bersih untuk warga di wilayah Desa Menanga ini.

“Sebelumnya warga harus membeli air bersih setiap memasuki musim kemarau panjang,” tambah Rahman.

Menurutnya, warga Banjar Belatung yang terdiri 120 KK ini  kesehariannya  hidup bergantung pada hasil perkebunan, pertanian, dan perternakan.

Mereka harus membeli air bersih Rp 150.000 per 4.000 liter untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Terutama saat memasuki musim kemarau yang berlangsung pada bulan April hingga November.

“Warga sangat berterima kasih dengan bantuan air bersih ini, karena sebelumnya belum pernah ada bantuan air bersih seperti ini,“ kata Wayan Dharma, salah satu warga Banjar Belatung ini.

Terima kasih para donatur. (rba)

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP