Jumat, 19 Jul 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

CATAT! Bule Bulgaria Paling Banyak Terlibat Sindikat Skimming di Bali

11 Juli 2019, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bule bulgaria, pelaku skimming, wna bermasalah, bobol bank, polda bali

Keempat pelaku warga Bulgaria terlibat skimming dipajang di hadapan awak media (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR – Warga asing yang masuk kerangkeng karena kasus pembobolan ATM alias skimming sejauh ini paling banyak dilakukan WNA asal Bulgaria.

Sebelum Krasimir Stoykov alias Stoykov, 49, yang dibekuk kemarin, setidaknya sudah ada 20 WNA yang jadi penghuni Lapas Kerobokan karena kasus skimming.

Sebanyak 15 orang adalah warga Bulgaria. Tahun 2019 ini, di bulan Februari, setidaknya ada lima warga Bulgaria terjerat kasus skimming.

Dengan barang bukti antara lain 227 kartu ATM palsu, uang tunai Rp 788 juta, peranti skimmer, dan barang bukti lainnya. 

Pada bulan April lalu tiga warga Bulgaria juga ditangkap. Mereka adalah Kaloyan Kirilov Spasov, Nikolay Valentino Dinev, dan Lyubomir Todorov Bogdanov.

“Tiga tersangka ini merupakan jaringan kasus pencurian data nasabah,” papar Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja.

“Dalam waktu dua bulan saja kami mengamankan 9 warga Bulgaria. Mereka rata-rata ini jaringan tetapi biasanya pada saat kami kembangkan mereka tertutup,” papar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Andi Fairan.

Ditambah lagi yang sudah diproses hukum sebelumnya, sampai dengan Stoykov ini setidaknya sudah ada 16 warga Bulgaria yang melakukan aksi skimming.

Warga Bulgaria ini biasa menggunakan peranti skimmer serupa. Mereka menggunakan alat untuk mengakses data elektronik lalu memindahkan data ke kartu ATM palsu.

Mereka beraksi menggunakan kamera tersembunyi untuk mencuri nomor PIN dari nasabah.  Setelah jadi kartu putihnya mereka menguras uang. Ada yang dibawa pulang uangnya, ada yang digunakan pesta-pesta di Bali.

Kesulitan untuk membongkar kejahatan mereka adalah tidak bisa bahasa Inggris dengan baik, antara mereka seakan-akan tidak saling kenal. Juga sedikit bicara untuk melindungi jaringan. 

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP