Minggu, 08 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Terima Rp 3,4 Miliar Dana Bagi Hasil, Buleleng Perluas Lahan Tembakau

15 Juli 2019, 12: 23: 21 WIB | editor : ali mustofa

dana bagi hasil, dana tembakau, lahan tembakau, distan buleleng

Petani Buleleng membajak sawah untuk lahan tembakau (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Tahun ini Kabupaten Buleleng mendapat jatah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebanyak Rp 3,4 miliar.

Dana itu akan dialokasikan untuk membuka lahan perkebunan tembakau di Buleleng. Termasuk memberikan suntikan bantuan berupa bibit, pupuk, hingga bahan bakar alternatif pada para petani.

Saat ini musim tanam tembakau memang tengah berlangsung. Dinas Pertanian Buleleng masih terus melakukan pemantauan terhadap kebun-kebun tembakau yang ada.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sentra perkebunan tembakau diprediksi masih berada di sekitar Desa Baktiseraga, Desa Tegallinggah, Desa Panji, Desa Sambangan, dan Desa Lokapaksa.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, tahun ini Pemkab Buleleng sudah mendapat alokasi DBHCHT dari Kementerian Keuangan.

Rencananya alokasi anggaran sebesar Rp 3,4 miliar itu akan digunakan membantu Kelompok Tani Beringin Bali Jaya di Desa Panji. Kelompok tani ini disebut akan membuka lahan seluas 30 hektare dari dana tersebut.

“Bentuknya bukan dana tunai. Tapi bantuan program. Nanti bentuknya bantuan bibit, bantuan pupuk, sekolah lapang pengendalian hama, termasuk bantuan cangkang kemiri sebagai bahan bakar alternatif,” kata Sumiarta.

Nantinya para petani di kelompok itu akan dibantu tembakau dengan varietas virginia. Varietas ini disebut cukup unggul.

Biasanya dari lahan seluas dua hektare, petani bisa mendapat hasil satu ton tembakau kering. Diperkirakan harga tembakau kering bisa mencapai Rp 38ribu per kilogram.

“Tembakau kita di Buleleng itu dikenal kualitas super. Makanya kami harap ada petani-petani yang mau berkelompok dan bisa kami fasilitasi bantuan.

Selama ini sistem penanamannya kan masih lebih banyak perorangan dengan pola kemitraan,” demikian Sumiarta. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP