Selasa, 20 Aug 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ruko Sari Yasa Terbakar di Siang Bolong, Korban Rugi Rp 4 Miliar

16 Juli 2019, 06: 56: 15 WIB | editor : ali mustofa

kebakaran ruko, ruko sari yasa, desa wanagiri, polsek sukasada

Petugas berusaha memadamkan api yang membakar Ruko Sari Yasa di Desa Wanagiri kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

WANAGIRI – Kebakaran hebat terjadi di Banjar Dinas Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, siang kemarin (15/7).

Ruko Sari Yasa milik Jro Nengah Miardi, warga setempat, dilahap api. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 4 miliar.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 siang. Asap tiba-tiba mengepul dari bagian belakang ruko yang menjual berbagai macam perabot rumah tangga dan sembako itu.

Api dengan cepat membesar dan merembet ke seisi rumah dan toko. Tak ada yang mengetahui secara pasti kapan dan dari mana api muncul.

Sebab ruko saat itu dalam kondisi tutup dan kosong. Pemilik ruko saat itu sedang berada di Singaraja, menghadiri acara kerabatnya.

Perbekel Wanagiri Wayan Gumiasa mengatakan, warga kebanyakan baru mengetahui ada kebakaran saat asap tebal mengepul. Warga bergegas menuju lokasi, berusaha memadamkan api.

“Warga sebenarnya sudah berusaha memadamkan. Tapi airnya kecil. Selain itu tidak ada yang berani masuk. Karena di tokonya itu jual gas.

Akhirnya selamatkan yang bisa saja. Makanya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran,” kata Gumiasa.

Disisi lain, Nengah Suardana yang juga putra pemilik ruko, mengaku sama sekali tidak menduga akan terjadi kebakaran.

Sejak pagi, ruko memang dalam kondisi tutup. Seluruh anggota keluarga, sejak pukul 08.00 pagi sudah berangkat ke Singaraja, menghadiri acara khitanan salah satu kerabatnya.

Sekitar pukul 13.00 siang ia menerima telepon dari salah satu kerabatnya di Wanagiri, bahwa tokonya kebakaran. Ia pun tak tahu pasti apa penyebab kebakaran.

“Katanya api datang dari arah dapur yang baru. Kami tidak dapat cek, apakah kompor hidup atau bagaimana.

Karena kami sudah pergi ke Singaraja jam 8 pagi. Kalau bukan karena kompor, mungkin saja bisa korsleting listrik. Nanti biar petugas,” katanya.

Ia sendiri memperkirakan kerugian bisa mencapai miliaran. Sebab cukup banyak barang-barang habis pakai termasuk sejumlah barang elektronik yang dijual.

“Kerugian banyak sekali. Tapi bagi kami sekeluarga yang penting tidak ada korban jiwa. Namanya musibah, mau bagaimana lagi,” imbuhnya.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP