Kamis, 19 Sep 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Jelang Galungan Marak Maling Pisang, Petani Rugi Jutaan Rupiah

16 Juli 2019, 11: 45: 10 WIB | editor : ali mustofa

hari raya galungan, maling pisang, petani pisang, desa kalisada

Putu Mahayoni saat menunjukkan buah pisang gedang yang hilang dicuri. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

SERIRIT - Mendekati Hari Raya Galungan dan Kuningan, warga di Banjar Dinas Tegal Lenge, Desa Kalisada, Seririt, Buleleng dibuat khawatir dan was-was dengan maraknya aksi pencurian.

Yang ngenes, bukan barang berharga seperti emas dan uang yang dicuri. Namun, yang justru marak adalah pencurian buah pisang.

Tak tanggung-tanggung warga kehilangan buah pisang yang jika diuangkan nilainya mencapai jutaan rupiah.   

"Sudah pasti setiap akan menjelang Galungan Biu (pisang) gedang, pisang raja, pisang ambon dan pisang lainnya milik saya (tiang) pasti hilang," kata petani pisang, Putu Mahayoni, 42, didampingi suaminya Putu Redana, 50.

Menurut Mahayoni, dia mulai kehilangan buah pisang sejak Selasa lalu (9/7). Awalnya buah pisang raja satu tandan yang hilang yang rencana dia petik pagi.

Malah baru dilihat paginya sudah tidak ada. Bukan satu pisang yang berbuah saja yang hilang, tapi buah pisang lainnya.

“Tadi pagi dua tandan pisang gedang yang sedang berbuah dan siap dipetik untuk dijual juga hilang,” ungkapnya.

Mulai maraknya pencurian buah pisang tidak hanya terjadi di kebun yang digaraf milik dari Jero Luh Tami seluas 2 hektare tersebut.

Tapi, juga terjadi di kebun milik petani lainnya. Belum lama ini buah pisang raja milik perbekel setempat juga hilang.   

Tahun lalu sudah ada yang tertangkap basah maling biu (pisang) oleh warga. Namun, warga yang kasihan sehingga hanya memberikan peringatan dan teguran.

Setalah itu tak ada  lagi pisang yang hilang. “Tapi, menjelang hari Raya Galungan dan Kuningan sekarang, mulai marak pencurian buah pisang,” bebernya.

Harga buah pisang saat ini lumayan mahal. Satu tandan pisang gedang dengan isi 12 sisir harganya bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Karena pisang tersebut biasanya digunakan untuk upacara saat Galungan dan Kuningan. “Jika sudah empat tandan buah pisang saya yang hilang, harganya sekitar Rp 1,2 juta.

Harga ini belum harga saat hari raya ini. Kalau sudah mendekati hari raya, bisa lebih mahal lagi,” bebernya.

Sementara itu, Perbekel Kalisada Nyoman Bagiarta mengakui jika banyak warga yang kehilangan pisang dikebun.

Keluhan maling pisang kerap kali dia terima dari warga. “Banyak warga yang kemalingan buah pisang diminta untuk waspada.

Namun, ketemu dengan pencuri langsung lapor pihak desa. Agar bisa diadili dan dibawa ke Polsek Seririt. Sekalian biar kapok,” tandasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP