Rabu, 21 Aug 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Gedung DPRD Rontok Terkena Gempa, Rutan Gianyar Ikut Terkena Dampak

17 Juli 2019, 09: 33: 01 WIB | editor : ali mustofa

gempa bali, gempa bumi, gedung dprd rontok, dprd gianyar, rutan gianyar

Genteng dan plafon di ruangan Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar terkena dampak reruntuhan (Indra Prasetia/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Gempa berkekuatan 5,8 SR yang terjadi Selasa (16/7) pagi berakibat panjang. Banyak bangunan di Bali yang rontok terkena dampak gempa dengan kedalaman 68 km ini.

Salah satunya adalah gedung DPRD Gianyar. Meski terlihat megah, namun gedung yang dibangun dengan anggaran miliran rupiah ini rontok saat gempa terjadi.

Ukiran di ujung genteng atau pemugbug terlepas. Reruntuhannya itu jatuh mengenai atap Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar yang berada di utara gedung dewan.

Seorang pemangku yang bertugas di gedung dewan, Jro Egus, melihat kejadian tersebut. Saat kejadian, dia sedang berada di bale di timur palinggih dewan.

Bale itu menjadi tempat istirahat pemangku. “Waktu gempa, saya duduk saja di sini. Tidak mau ambil resiko. Tapi banyak pegawai keluar,” ujarnya.

Dia melihat bagian ukiran berbahan paras di atap gedung berjatuhan selama gempa berlangsung.

“Pecahannya menyebar. Ada ke selatan jatuh di tiang bendera. Pecahan ke utara kena bangunan kantor Rutan Gianyar,” terangnya.

Kata pemangku dewan, besar murda yang terjatuh kurang lebih 2 meteran. “Daripada panik, saya diam saja waktu itu. Sambil lihat benda berjatuhan dari atas,” terangnya.

Kepala Rutan Gianyar Made Mudana mengaku, kerusakan akibat reruntuhan dari gedung dewan itu mengenai bangunan rengelolaan dan kamar mandi Rutan.

“Tidak ada berdampak ke tahanan maupun ruang tahanan,” ujar Mudana, kemarin. Reruntuhan itu menyebabkan genteng Rutan pecah dan plafon jebol.

“Kantor masih berjalan dengan baik. Kami sudah laporkan ke Kantor Wilayah,” jelasnya. Kata dia, dari petunjuk Kepala Divisi, untuk diperbaiki dengan biaya seadanya melalui Dipa.

“Dan rencana akan menggunakan tenaga Napi (narapidana, red) untuk menekan biaya, yang memang sangat kecil,” terangnya.

Untuk sementara ini, pihaknya belum berkoordinasi dengan dewan mengenai ganti rugi. Dia mencoba memperbaiki genteng seadanya.

“Saya coba perbaiki genteng dulu, untuk menyelamatkan inventaris kantor jika hujan,” ungkapnya. Mudana menambahkan, untuk situasi Rutan kini tergolong everload.

Beberapa minggu lalu, pihaknya memindahkan 11 napi ke Rutan Bangli. Meski begitu, tetap saja overload. Dari kapasitas 44 napi, Rutan Gianyar saat ini terisi 101 napi dan 64 tahanan. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP