Rabu, 21 Aug 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Masuk Masa Pengenalan Sekolah, Jak Si Anak Difabel Dibantu Temannya

18 Juli 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

jak anak difabel, masa pengenalan sekolah, kppad bali, disdik gianyar, smpn 1 sukawati

Jak dipapah oleh teman sekelasnya untuk beraktivitas di sekolah (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Siswa berkebutuhan khusus, I Kadek Agus Dharmayoga alias Jak, 13, yang telah diterima di SMPN 1 Gianyar kini terus mendapat pantauan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali.

Jak selama belajar di sekolah akan dibantu oleh teman-temannya. Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa, pada Selasa (16/7) kembali mengunjungi SMPN 1 Sukawati.

“Saya awali dengan pengenalan dan ucapan terima kasih atas penerimaan rekan-rekan adik Yoga (panggilan Jak, red) kepada teman-teman kelas dan kakak-kakak OSIS-nya,” ujarnya.

Kunjungan kemarin, untuk memberikan sosialisasi kepada warga sekolah. “Kami memberikan pengenalan tentang Undang-undang Perlindungan Anak dengan berbagai kasus yang masih marak terjadi di dunia pendidikan,” jelasnya.

Dalam pemaparannya kepada seluruh penghuni sekolah, untuk menghindari kekerasan terhadap anak. Tidak saja bagi Jak, yang punya sakit pada kedua kakinya.

Namun berlaku bagi semua siswa dan guru. “Kami ajak untuk menjaga. Bagaimana agar tidak menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan,” jelasnya.

Kekerasan di sekolah, selain fisik, biasanya terjadi atau lebih sering kekerasan verbal. “Khususnya jangan sampai menjadi pelaku kekerasan bully terhadap teman-temannya, khususnya terhadap Kadek Yoga,” pintanya.

Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu menambahkan, pemantauan dan pendampingan ini sekaligus sebagai komitmen KPPAD Bali untuk tetap memantau dan mendukung tugas pengawasan khususnya perkembangan psikologis Jak.

“Tadi respon teman-temannya bagus. Tapi belum kompak. Semoga perkembangan ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.

Setelah diberikan pengertian, banyak teman-teman Jak membantu Jak beraktivitas. Caranya dengan memapah Jak.

“Tapi sayangnya ada sedikit problem untuk kelas adik Yoga cukup jauh dari toilet. Sehingga bisa menjadi kesulitan tersendiri saat harus digendong atau dipapah oleh temannya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi teman-teman Jak yang antusias membantu siswa dari Banjar Bedil, Desa/Kecamatan Sukawati itu. “Semoga bersama terus, untuk ikut mendorong supaya lebih peduli dan berbuat nyata,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jak sempat tidak lulus SMPN 1 Sukawati melalui jalur inklusi (berkebutuhan khusus). Dari segi jarak, rumah Jak kurang lebih 500 meter dari sekolah.

Berkat upaya KPPAD Bali dan disorot oleh DPRD Gianyar, Jak yang tamatan SDN 4 Sukawati akhirnya diterima di sekolah negeri. Jak selama SD bisa mengayuh sepeda gayung roda tiga.

Hanya Jak tidak kuat untuk berdiri tegak dan berjalan kaki. Saat SD, sepeda roda tiga Jak diparkir di depan kelas. Kemudian dia merangkak dari depan kelas menuju bangku kelas.

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP