Sabtu, 24 Aug 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Wahana Wisata Menjamur, Dispar Badung Data Izin dan Aspek Keamanan

05 Agustus 2019, 14: 45: 18 WIB | editor : ali mustofa

wahana wisata, wahana wisata menjamur, dispar badung, aspek keamanan

Salah satu wisata swing di Badung yang mulai berkembang. Dispar Badung tengah mendata keberadaan wahana wisata baik dari sisi keamanan maupun perizinan. (Made Dwija Putra/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA  - Sebagai daerah wisata, Bali menawarkan beragam wahana dan pesona alam kepada wisatawan.

Di luar wisata alam, kini juga mulai menjamur wahana wisata baru. Macam swing, balon udara dan lainnya.

Dinas Pariwisata (Dispar) Badung pun mengevaluasi keberadaan wahana wisata baru itu baik dari sisi perizinan maupun  kelayakan keamanan bagi wisatawan.

Kadispar Badung I Made Badra sejatinya mengapresiasi munculnya wahana wisata baru di Badung. Sejalan dengan hal itu tentu aspek keamanan mau pun pelayanan juga harus memenuhi standar.

Karena itu, Dispar Badung menurunkan tim yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan lembaga sertifikasi keamanan.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan destinasi itu berkualitas. “Kami apresiasi inisiatif masyarakat membuat daya tarik baru, sehingga wisatawan mau berkunjung.

Tentu kami akan evaluasi keberadaan wisata itu, baik dari sisi perizinan maupun keamanan, karena ini menyangkut citra Badung, ” jelas Badra.

Pihaknya tidak melarang adanya wahana yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Justru pemerintah mendukung inovasi yang dilakukan oleh masyarakat guna memikat pengunjung.

“Kami tidak melarang justru mendukung. Bahkan, kami di dinas melakukan pembinaan teknis bagaimana membuat destinasi yang ada daya tariknya itu tujuan kita.

Namun, itu tadi aspek legalitas harus diutamakan jangan sampai ke depannya menimbulkan masalah,” ujar Badra yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perikanan itu.

Sementara ia belum memiliki data berapa jumlah wahana baru yang berkembang di Gumi Keris. Pasalnya masih melakukan koordinasi dan pendataan di lapangan. 

“Kami belum memiliki data berapa yang ada (wahana wisata) di Badung, tapi kami sudah turun berkoordinasi dengan desa untuk mendata sekaligus menata usaha itu,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP