Sabtu, 24 Aug 2019
radarbali
icon featured
Politika
Kongres V PDIP

Mega Terkesan Foto Bareng Probowo, PDIP Copot Kader Tak Disiplin

10 Agustus 2019, 20: 49: 45 WIB | editor : ali mustofa

kongres pdip, megawati soekarnoputri, foto bareng prabowo, pdi perjuangan, copot kader indisipliner

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menunjuk foto dirinya bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Kongres V PDI Perjuangan resmi berakhir. Megawati Soekarnoputri untuk kali kesekian terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Penutupan kongres diwarnai pengumuman dan pelantikan pengurus DPP PDIP untuk periode 2019 – 2024.

Namun, ada yang menarik dalam pelaksanaan kongres kali ini. Yakni terjalinnya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo yang bertarung sengit pada pilpres lalu.

Prabowo bahkan sempat hadir di arena kongres. Dan, momen hadirnya Prabowo di kongres PDIP diingat betul oleh Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, Megawati menyempatkan diri melihat foto-foto peserta dan undangan kongres PDIP di lobby Hotel Inna Grand Bali Beach.

Megawati menunjuk fotonya bersama Prabowo. Dalam bingkai itu Mega berfoto dengan Prabowo memegang perutnya.

Dan saat ditanya foto mana yang paling disukai dia kembali menunjuk fotonya bersama Prabowo. Sayangnya Mega tak banyak komentar.

Ia hanya menyampaikan terima kasih kepada media telah memberitakan  kongres. " Malam ini saya mengucapkan terima kasih selama ini media memberikan semangat dan bantuan," ucapnya.

Sementara  itu, pimpinan sidang kongres V PDI Perjuangan Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bali membeberkan perjalanan kongres.

Katanya, tidak akan ada perubahan dalam jumlah struktur DPP. Dalam sidang komisi memutuskan  komisi I tentang ideologi dan trisakti,

komisi II politik dan legislasi, komisi III kebudayaan, komisi IV terkait pemenangan pemilu 2020 dan 2024, dan komisi V tentang tata kelola partai. 

"Memutuskan AD/ART untuk poin-poin  yang akan disinkronkan oleh DPP terpilih. Sikap politik partai disahkan oleh ketua umum,” jelasnya.

Menariknya, dalam pelaksanaan kongres yang sudah berjalan dua hari ini ada 60 orang peserta kongres melakukan pelanggaran. Bahkan, tiga orang dari 60 itu dicopot dari jabatan partai. 

Kesalahannya mereka tidak disiplin dalam kongres komisi maupun paripurna. Ada yang ketahuan memakai tanda pengenal berbeda dengan wajah orangnya.

Mereka langsung diamankan oleh pecalang. Ironisnya, tiga orang yang dibebastugaskan itu menjabat ketua dan bendahara DPC.

Untuk peserta yang melanggar lainnya mendapat sanksi berat. Tapi, Koster tidak menyebutkan sanksi yang diganjarkan kepada 57 utusan yang tidak disiplin itu. 

"Di antara 60 orang  tiga orang kategori berat karena memakai nama orang lain jadi langsung dibebastugaskan dari jabatan.

Ada bendahara DPC kalau tidak salah salah satunya dari Kalimantan. Masih kader tapi dicopot dari jabatan. Ada ketua DPC dan bendahara DPC," ungkapnya. 

Alasan ditegakkan sanksi tersebut, kata Koster, supaya menjadi kader disiplin yang tertib dalam menjalankan tugas kepartaian sebagai arahan ketua umum.

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP