Sabtu, 24 Aug 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Ajaib, Api Membakar Gunung Batukaru, Pura Luhur Tak Tersentuh Api

13 Agustus 2019, 15: 48: 58 WIB | editor : ali mustofa

kemarau panjang, puncak gunung, gunung batukaru, gunung batukaru terbakar, pura luhur aman, bpbd tabanan

Tim BPBD Bali dan para pihak berkoordinasi untuk memadamkan api yang membakar puncak Gunung Batukaru (Istimewa)

Share this      

TABANAN - BPBD Provinsi Bali bertindak cepat, dalam melakukan upaya pemadaman api di puncak Gunung Batukaru Tabanan.

Setelah melakukan upaya pemadaman sejak Senin (12/8) malam, dibantu ratusan masyarakat Tabanan, api akhirnya berhasil dipadamkan, Selasa (13/8) pagi sekitar pukul 10.00.

Menariknya meski kobaran api cukup besar, kondisi tempat suci Umat Hindu di Puncak Gunung Batukaru yaitu Pura Luhur Pucak Kedaton dalam kondisi aman, tidak tersentuh api.

"Setelah bertugas tadi malam sampai pagi, sekitar 100 orang warga dan petugas pagi ini mereka turun dan akan digantikan oleh kelompok berikutnya.

Tentu tidak bisa bekerja penuh,  diberlakukan bergantian atau tugas kelompok. Pagi ini sekitar pukul 07.00 Wita diberangkatkan kelompok kedua dari unsur krama,

warga masyarakat bersama petugas gabungan (BPBD, TNI, POLRI & Relawan)," terang Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Selasa (13/8) siang. 

Total sebanyak 89 orang dengan rincian dari arah barat (pujungan) 70 orang, 3 orang dari Jatiluwih, dan sisanya 16 orang dari Posko di Pura Batukaru.

"Pukul 06.30 wita kami menerima rekaman video dari warga yang bertugas di puncak, video tersebut menunjukkan bahwa api sudah padam, tinggal menunggu proses pendinginan," tambah Rentin. 

Untuk memastikan kondisi api benar-benar padam, kelompok yang mendaki pagi ini, bertugas melakukan assesment dan penanganan lanjutan serta memastikan bahwa api benar-benar padam serta tidak ada sebaran lagi.

Mengingat faktor angin bisa memperparah kondisi. Sementara itu, pihak pengelola di Kawasan Pura Batukaru sudah mengaktifkan posko dengan melaksanaka tiga peran atau fungsi utama.

Yaitu penyiapan logistik (makan & minum) bagi petugas, pelayanan informasi, dan pelayanan kesehatan bagi para petugas yang selesai mendaki. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP