Rabu, 18 Sep 2019
radarbali
icon featured
Features
Ketika Pelukis Rayakan HUT RI ke 74

Gelar Pameran 17 Kali, Sasar setiap Objek yang Ditemui di Bali Timur

20 Agustus 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

gelar pameran, seniman aboet, bali timur, hut ri

Pelukis tanda-tangan, Aboet, menggelar pameran sebanyak 17 kali dalam dua hari, salah satunya di Gunung Agung (Istimewa)

Share this      

Ada banyak cara dilakukan dalam memperingati hari kemerdekaan RI. Bagi pelukis tanda tangan, I Kadek Rudiantara alias Aboet, dia memilih keliling Bali Timur selama dua hari.

Selama dua hari, seniman asal Kecamatan Ubud yang sempat meraih rekor Muri mengadakan pameran lukisan sebanyak 17 kali.

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

MENGGUNAKAN sepeda motor matic yang telah divariasi, seniman tanda tangan, I Kadek Rudiantara melakukan touring menuju Bali Timur.

Dari rumahnya di Kecamatan Ubud, menunggangi motor dia memulai menyasar wilayah Kabupaten Klungkung.

“Untuk tahun ini, lagi-lagi buat pameran. Dan kali ini pameran keliling pulau Bali. Pamerannya mulai dari pantai Goa Lawah (Klungkung) sampai di Krisna Beach Street di Singaraja,” ujarnya.

Sebelum berkeliling Bali timur, Aboet awalnya melukis bercorak merah putih. Kemudian diberikan tulisan Aboet D Love NKRI.

“Saya bawa satu lukisan. Itu dipamerkan di 17 lokasi,” jelasnya. Perjalanannya dimulai Jumat lalu (16/8). Hari Jumat, dia 10 kali menggelar pameran.

Gaya Aboet berpameran cukup unik. Yakni membentangkan lukisan merah putih itu di setiap objek yang disinggahi.

Kemudian, di hari kedua, di puncak dirgahayu RI pada Sabtu (17/8), kembali menggelar pameran sebanyak 7 kali. “Jadi selama dua hari, menggelar total pameran 17 kali,” terangnya.

Pameran sebanyak 17 kali, ada hubungannya dengan hari kemerdekaan Indonesia. “Biar setema dengan tujuhbelas agustus. Jadi pameran sebanyak 17 kali,” jelasnya.

Selain pameran lukisan Aboet juga ingin memperkenalkan motor miliknya yang dia juluki Aboetor.

“Motor antik dan unik yang saya modifikasi sendiri,” jelasnya. Selama perjalanan, banyak objek yang dijadikan lokasi pameran.

Di setiap pameran yang terkesan simpel dan sederhana itu, ada banyak tema yang diangkat.

“Pameran bersama matahari. Bersama masyarakat yang jogging di pagi hari. Di kebun kol. Di warung warung kaki lima yang berderet di pantai itu.Dan bersama ombak di laut,” terangnya.

Meski simpel, namun perjalanannya keliling Bali timur itu sempat menemui kendala. Di tengah jalan, ternyata ada bagian variasi motornya yang lepas.

“Saya sempat nggak jadi melanjutkan perjalanan. Maunya balik. Rencana saya kan juga mau kontes motor di Singaraja,” jelasnya.

Tapi ketika diakali, akhirnya bagian variasi motor berhasil diperbaiki. Akhirnya dia kembali melanjutkan perjalanan. “Besoknya di Krisna Beach Street, mengikuti acara kontes motor itu,” jelasnya.

Meski sedang ikut kontes motor, dia tetap melanjutkan aksinya berpameran. “Saya juga lanjutin acara pameran lukisnya. Masih dengan lukisan yang sama,” jelasnya.

Dari Buleleng, Aboet yang sempat meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) atas lukisan tanda tangan terbanyak kembali pulang.

Kata dia, itulah caranya memperingati hari kemerdekaan Indonesia. “Masyarakat umum dalam merayakan dirgahayu RI biasa mereka pada ngadain

acara lomba dan keramaian. Tapi saya sebagai seniman, beginilah caranya untuk merayakan hari bersejarah bangsa kita ini,” pungkasnya. (*)

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP