Kamis, 19 Sep 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Apartemen Dibobol Maling, Puluhan Juta Raib, Pelaku Orang Dekat?

20 Agustus 2019, 17: 25: 59 WIB | editor : ali mustofa

apartemen kemalingan, puluhan juta raib, pelaku orang dekat, polsek densel

TKP: Suasana di depan kamar korban di apartemen The Wangsa tampak sepi pascakejadian (Marcel Pampurs/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Kasus pencurian terjadi di apartement The Wangsa di Jalan Tukad Badung XIV, Nomor 17X, Denpasar Selatan, Senin (19/8) sore.

Korbannya adalah penghuni apartemen bernama Fitria Pramita. Walhasil uang tunai Rp 90 juta, barang elektronik dan dua buah tas mahal hilang digondol maling.

Total kerugian yang dialami korban sekitar Rp 120 juta. Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pencurian itu terjadi di kamar nomor 23 di lantai dua apartemen.

Saat itu korban baru saja pulang kerja sekitar pukul 17.30 Wita. Korban kaget saat melihat pintu kamarnya sudah tidak dalam keadaan terkunci.

Korban bertambah kaget saat mengetahui uang tunai Rp 90 juta, dua buah tas mahal dan 1 unit I Pad, raib dari tempatnya.

Tidak hanya itu, kondisi kamarnya pun sudah acak-acakan. Kain gorden yang sebelumnya dibuka jadi tertutup. Kunci kamar mandi juga ikut hilang. 

Ditemui di lokasi kejadian, seorang saksi yang juga tetangga kamar korban bernama Rita mengatakan, bahwa kejadiannya sekitar sore hari.

Saat itu pintu kamarnya diketuk oleh korban untuk menanyakan apakah melihat seseorang yang sudah masuk ke kamarnya.

"Korban ketuk kamar saya mau tanya apakah melihat orang yang masuk kamar atau tidak. Saya jawab tidak karena saat jam itu saya sedang di dalam kamar juga sedang dandan," terang Rita kepada Jawa Pos Radar Bali. 

Lebih lanjut, dijelaskan Rita, bahwa korban mengetahui kejadian itu saat baru pulang kerja. "Kalau dari cerita korban, saat itu gagang pintu kamar korban tidak ada yang rusak.

Bisa jadi pelakunya itu orang dekat yang memang sudah mengenal suasana kamar korban," tambah Rita.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. "Ya, benar. Kami sedang melakukan penyelidikan," tandasnya.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP