Rabu, 18 Sep 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Prediksi Bali United vs Arema FC: Singo Edan Dilarang Menang

24 Agustus 2019, 19: 04: 06 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, madura united, singo edan

IIija Spasojevic menghalangi kiper Arema FC saat pertemuan Bali United kontra Arema musim lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR - Salah satu pertandingan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Setelah berhasil menumbangkan Tira Persikabo

dan Madura United, kali ini Bali United bertekad menumbangkan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta malam hari ini.

Jika mampu memenangkan pertandingan kontra Arema, Serdadu Tridatu berhak mengemas tujuh kemenangan beruntun.

Sama seperti pertandingan menghadapi Arema FC sebelumnya, tentu pertandingan kali ini menarik ditonton.

Tiket pertandingan saja sudah habis terjual, Jumat kemarin (23/8). Banyak supporter yang sudah rela jauh-jauh datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta demi menonton pertandingan ini.

Tentu pertandingan kali ini tidak seperti pertandingan antara kedua dalam tiga musim terakhir. Musim ini, kedua tim kebetulan sama-sama berada lima besar klasemen sementara.

Yang paling ditunggu juga kembalinya raja gol Bali United di Liga 1 2017, Sylvano Comvalius.  Comvalius yang pada musim 2018

lebih memilih berpetualang ke Thailand dan Malaysia, lebih memilih untuk kembali ke Indonesia dan membela Arema FC musim ini.

Di tangan Coach Milo, Comvalius musim ini menjelma dari raja gol menjadi salah satu pendulang assist terbanyak milik Singo Edan.

Musim ini, dia sudah melesakkan empat gol dengan lima assist. Tentu pertandingan hari ini sarat gengsi dan emosi.

Tekanan suporter Serdadu Tridatu tentu sangat besar untuk membuat nyali pemain Arema FC termasuk Comvalion, julukan Comvalius ciut.

Tapi, yang harus diperhatikan Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra adalah bagaimana menyiasati lini belakang Serdadu Tridatu

yang kehilangan dua bek sayap andalan mereka, Ricky Fajrin dan I Made Andhika Wijaya yang absen karena memperkuat Timnas Indonesia.

Apalagi persiapan tim cukup mepet. Ilija Spasojevic dkk hanya punya waktu dua hari saja setelah dua laga tandang yang dilakoninya.

Bandingkan dengan Arema FC yang memiliki waktu lebih banyak satu hari untuk melakukan persiapan. “Kami punya waktu sedikit untuk persiapan tim. Kami kembali dari Madura hanya dapat dua hari latihan recovery,” ucap Coach Teco.

Menurut Coach Teco, semua pemain tentu memiliki semangat tinggi untuk main di rumah sendiri. Coach Teco mengatakan, dia tidak mau mengecewakan supporter Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Berdasar ucapan Coach Teco, Sylvano Comvalius dan Makan Konate menjadi pemain yang perlu diwaspadai.

“Seperti yang kamu bilang, dua pemain ini punya kualitas bagus. Kami waktu hilang bola harus konsentrasi dan marking dengan baik.

Tapi, saya pikir, masih ada pemain lain yang punya kualitas. Kami harus punya teamwork yang bagus dan mudah-mudahan tidak kebobolan,” ujarnya.

Yang paling penting, Coach Teco dengan tegas mengatakan jika mereka ingin memetik kemenangan.

Kemenangan bagi Serdadu Tridatu penting karena bisa memperlebar jarak dengan peringkat dibawah Serdadu Tridatu.

‘Semua tahu kalau Arema sedang dalam trend bagus. Saya sudah bicara ke pemain agar tetap konsisten dan bisa tetap di posisi pertama.

Kami harus kerja keras agar tidak turun posisi karena lawan kami sekarang (Arema FC) juga dekat dengan kami. Kalau menang, tentu poin kami bisa jauh dari Arema,” bebernya.

Sementara itu, Pelatih Arema FC Milomir Seslija menilai pertandingan kontra Bali United kali ini bisa menjadi pertandingan yang sangat seru sejak menit awal.

“Ini adalah pertandingan yang sangat ketat menurut saya. Banyak taktik yang akan digunakan. Saya yakin, tidak banyak pertandingan di liga sekarang seperti pertandingan kali ini,” ucapnya.

Coach Milo juga terus mencoba memotivasi anak asuhnya agar bisa terus berada di jalur kemenangan. Motivasi tinggi dimiliki Hamka Hamzah dkk meski tidak diperkuat Johan Ahmad Alfarizi dan Dedik Setiawan yang masih mengalami cedera.

Tetapi, pelatih asal Bosnia tersebut tidak gentar. Sebaliknya, dia justru termotivasi dan memiliki kepercayaan diri tinggi untuk bisa memenangkan pertandingan.

 “Kami santai saja. Kami mencoba untuk mengalahkan mereka dikandang mereka sendiri. Ini adalah bentuk motivasi. Tapi kalau ingin memenangkan pertandingan, semua pemain harus berjuang,” pungkasnya.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP