Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Events
Literasikan Budaya Spiritual

FKPPAI Bali Agendakan Atraksi Debus dan Pengobatan Alternatif Gratis

24 Agustus 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

fkppai bali, atraksi debus, pengobatan alternatif, literasi budaya spiritual

Beberapa anggota dan pengurus kegiatan FKPPAI Bali pose bersama (Marcel Pampurs/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) DPD Bali bakal menggelar pengobatan alternatif secara gratis.

Tidak hanya itu, akan diadakan juga atraksi debus. Kegiatan ini merupakan bagian dari literasi budaya spiritual nusantara khususnya Bali.

Hal ini disampaikan langsung oleh Jro Master Made Bayu alias Jro Gendeng, Sabtu (24/8) kemarin di Denpasar.

Menurutnya, kegiatan ini bakal digelar 27 Agustus 2019 di Gedung Komunitas Peduli Umat, Jalan Marga Padang Damai 8, Banjar Padang Bali, Dalung, Kuta Utara.

Selain pentas budaya, dalam kegiatan itu juga digelar konsultasi hingga pengobatan alternatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai tuan rumah, FKPPAI Bali akan menyajikan banyak pertunjukan menarik. Salah satu yang paling ditunggu adalah akan adanya atraksi dari Jro Master Made Bayu alias Jro Bayu Gendeng.

Akan ada atraksi debus dari Gagak Karancang serta Kanutagan Notho Aklak dan calonarang dari Tabanan.

"Yang ditampilkan nantinya adalah debus berdasar literatur budaya spiritual Bali dan nusantara. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat umum dan gratis.

Termasuk pengobatan alternatif juga kami sediakan secara gratis," kata Jro Gendeng. Selain itu, akan ada pertunjukan calonarang juga.

Diprediksi akan ada 70 orang paranormal kenamaan seluruh nusantara yang akan hadir. Sedangkan dari Bali mencapai lebih dari 100 paranormal.

Jro Gendeng yang juga sebagai ketua seksi acara mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang sekaligus menandai hari jadi FKPPAI Bali yang kedua dan penetapan pengurus baru periode 2019-2024.

Kegiatan ini akan mengangkat tema Sinergisitas Spiritual Nusantara Dalam Perilaku Sosial Berbudaya.

Kata dia, pada dasarnya sesuai dengan tema acara, kegiatan ini adalah bagian dari literasi budaya spiritual nusantara. Agar masyarakat bisa mengetahui budaya spiritual nusantara secara luas.

"Hal ini penting bagi masyarakat di Bali sebagai kepentingan pelestarian budaya spiritual Bali, mengingat Bali punya beragam literatur budaya," ujarnya.

Karena kegiatan ini dibuka gratis untuk masyarakat umum, maka pihak panitia menyediakan lokasi yang cukup luas dengan jumlah pratiksi cukup banyak.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia kegiatan Ki Raga Sukma menjelaskan, FKPPAI Bali merupakan organisasi yang mewadahi pecinta ataupun pelaku pelestari budaya spiritual di Bali.

Melalui gerakan ini, dia berharap dapat memberi edukasi kepada pelaku budaya spiritual dan juga masyarakat, untuk bersama melestarikan budaya berdasar kearifan lokal maupun hukum yang berlaku.

Lanjut dia, anggota FKPPAI Bali hingga kini terdiri dari 127 orang. Dari berbagai kalangan usia, etnis hingga profesi.

Bahkan, beberapa di antaranya adalah dokter medis. "Nantinya, puncak acara akan ditutup dengan pelantikan Ketua FKPPAI Bali

anyar yang dijabat dr Dr Wira Guna, dan wakil Jro Master Made Bayu Giantara atau Jro Bayu Gendeng," tandasnya. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP