Sabtu, 21 Sep 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Guru Ngaji Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Ini Temuan Polisi di TKP…

25 Agustus 2019, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

guru ngaji, ditemukan tewas, polsek dentim

Guru ngaji bernama Minhjul Yusri, 45, asal Lombok, NTB, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di lantai dalam kamar kos (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Warga Denpasar Timur, Bali kembali digegerkan temuan mayat dengan kondisi memprihatinkan.

Seorang guru ngaji bernama  Minhjul Yusri, 45, asal Lombok, NTB, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah di lantai dalam kamar

kosannya di Jalan Letda Reta  Gang XIV, Banjar Yangbatu Kauh, Desa Dangri Kelod, Kecamatan Dentim, Jumat (23/8) sekitar pukul 15.30 Wita.

Dari hasil pengembangan sementara, guru ngaji ini diduga meninggal karena sakit. Korban diduga terjatuh lalu mulutnya pecah karena terbentur di lantai.

Menurut informasi, Minhjul Yusri sudah bertahun-tahun tinggal di Bali dan berprofesi sebagai guru ngaji di Denpasar Timur.

Dia ngekos di kosan milik Ida Bagus Teja, 70, warga Jalan Letda Reta Gang 14  No 18, Denpasar. Pertama kali yang mengetahui kejadian tersebut adalah keluarga korban yang ada di Bali bernama Kasful Anwar, 40, dan Hizbuddin ST, 43.

Menurut keterangan Kasful Anwal saat dihubungi terpisah, korban tak bisa dihubungi oleh keluarganya di Lombok, sejak beberapa hari terakhir.

Oleh keluarga, Kasful diminta mencari korban di kosannya. Kasful Anwal lantas sempat menelepon tapi nomornya tidak aktif.

Setelah itu, dia langsung mendatangi kos yang dimaksud sekitar pukul 15.30 Wita. Di kos itu, sepeda motor milik korban sedang terparkir.

Kasful Anwal lalu menghubungi temannya Hizbuddin untuk sama-sama mencari Minhjul Yusri lantaran kosannya tertutup.

“Sempat di panggil namun tidak digubris. Keduanya terpaksa mendobrak pintu kamar kos dan ternyata guru ngaji ini sudah tewas dengan kondisi keluar darah dari mulut dan terkapar di lantai kos,” Kasful Anwar.

Mengetahui hal itu, keduanya lalu menghubungi pemilik kosan dan juga pihak kepolisian. Polsek Denpasar Timur lalu menghubungi BPBD Kota Denpasar, dan Tim Identifikasi Polresta Denpasar untuk melakukan olah TKP.

“Korban tinggal di kos hanya sendiri sekitar 1 bulan,  sedangkan istri dan anak anaknya berada di Lombok. Almarhum kesehariannya sebagai guru ngaji di Pemogan.

Diduga dia sakit, lalu terjatuh dan mulutnya terbentur di lantai sehingga mengeluarkan darah. Jasadnya sejarang di RS Sanglah,” kata Kapolsek Dentim I Nyoman Karang Adiputra.

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP