Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Politika

Incar Jatah Alat Kelengkapan DPRD Buleleng, Golkar Merapat ke PDIP

06 September 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

alat kelengkapan dewan, dprd buleleng, golkar buleleng, pdip buleleng

POLITIK - Dari kiri Gede Supriatna, Ketut Ngurah Arya, Ketut Susila Umbara, IGK Kresna Budi (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA  ­– Partai Golkar diam-diam merapat ke PDI Perjuangan dan mengambil ancang-ancang melakukan koalisi di DPRD Buleleng.

Padahal Partai Golkar sebelumnya disebut sudah membangun poros oposisi bersama dengan Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Merapatnya Partai Golkar ke PDIP terlihat dari pertemuan Plt. Ketua DPD II Golkar Buleleng IGK Kresna Budi dengan Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Pertemuan dilangsungkan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, kemarin. Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris DPC PDIP Buleleng yang juga Ketua Sementara DPRD Buleleng Gede Supriatna,

Bendahara DPC PDIP Buleleng yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, serta Wakil Ketua DPD II Golkar Buleleng yang juga Wakil Ketua Sementara DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara.

Dalam pertemuan itu, disebut PDIP dan Golkar belum menemui titik temu. Alasannya PDIP harus membicarakan hal itu dengan partner koalisi yang lebih dulu terbangun.

Yakni Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Terlebih PDIP-Golkar-Demokrat sudah sepakat dengan dum-duman alat kelengkapan dewan di DPRD Buleleng.

Plt. DPD II Golkar Buleleng IGK Kresna Budi yang ditemui di Rumah Jabatan Bupati Buleleng berdalih bahwa pertemuan itu dalam rangka silaturahmi antar sesama pengurus partai. Ia pun menampik bahwa pertemuan itu terkait koalisi yang dirancang di DPRD Buleleng.

“Hanya silaturahmi biasa. Kami ingin bangun komunikasi yang baik dengan PDIP sebagai partai politik, dengan pemerintah. ini sesuai petunjuk DPP Golkar. Belum ada deal politik,” kata Kresna Budi.

Politisi asal Kelurahan Liligundi itu mengaku Golkar sebenarnya sudah membangun komunikasi politik dengan Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Namun, dia berdalih bahwa pertemuan itu hanya sebatas komunikasi politik semata. Bahkan ia memberi sinyal bahwa Golkar bisa saja hengkang dari koalisi yang telah terbangun.

“Kengkenang ditu, nak sing maan ape. Itu bukan koalisi, hanya komunikasi biasa,” kelitnya.

Bahkan ia memastikan Golakr akan membangun komunikasi politik yang lebih intens dengan PDIP. “Di provinsi kita sudah baik (dengan PDIP), di Karangasem sudah baik, kenapa di Buleleng tidak menjalin hal yang sama,” ujar Kresna Budi.

Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pihaknya membuka ruang komunikasi yang sangat luas dengan semua partai politik.

“Dari awal kami kan memang ingin bangun semangat kebersamaan. Bagaimana kita di Buleleng ini lebih baik dan masyarakat lebih sejahtera,” kata Supriatna.

Disinggung koalisi politik di DPRD Buleleng, Supriatna mengaku belum ada kesepakatan apapun dengan Golkar.

“Kami kan sudah ada kesepakatan dengan Gerindra dan Demokrat. Tentu rekan-rekan di Golkar harus paham ini. Tapi pertemuan tadi tidak ada deal-deal politik. Hanya komunikasi biasa, silaturahmi,” ujar Supriatna. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP