Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Kritik Keras Band Mebasa Bali, Lolot: Soundrenaline Butuh Sopan Santun

09 September 2019, 20: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

band mebasa bali, lolot band, soundrenaline 2019, sopan santun

Vokalis Lolot Band I Made Bawa (Wayan Widyantara/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Konser terbesar di Asia Tenggara, Soundrenaline 2019 memang telah usai. Meski begitu, sejumlah cerita menarik masih terdengar dan menjadi perbincangan netizen di media sosial.

Salah satunya terkait tentang tidak dilibatkanya band berbahasa Bali sejak dua tahun belakangan ini. Kekecewaan tentu muncul dari berbagai kalangan.

Salah satunya muncul dari musisi papan atas berbahasa Bali dari pulau Dewata, yakni Lolot. Made Bawa, vokalis Lolot mengaku menyayangkan pihak Soundrenaline tidak melibatkan musisi/band berbahasa Bali dalam Soundrenaline.

“Sangat disayangkan sebenarnya ya, namun pertanyaan ini kembali dari pihak Soundrenaline. Mereka buat acara disini,

kenapa sebagai tuan rumah asli Bali yang berbahasa Bali tidak dilibatkan? baik dari Lolot atau lainnya?” singgung Bawa.

Bagi Made Bawa, Soundrenaline merupakan acara yang sangat luar biasa dan menjadi impian banyak musisi untuk tampil dalam acara tersebut.

Namun, karena dibuat di Bali, semestinya Soundrenaline memiliki etika untuk mengajak musisi Bali yang menggunakan berbahasa Bali juga turut dilibatkan.

“Butuh sopan santun dari pihak Soundrenaline. Walapun kami tak main tetapi hargailah yang asli dari Bali, yang membawakan atau mewakili dari segi bahasa,” bebernya.

Made Bawa sendiri paham bahwa musik memang bersifat universal, namun setidaknya pemberitahuan terkait mengapa tidak dilibatkan musisi berbahasa bali dalam konser terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Meski pun begitu, Lolot melalui Made Bawa tetap berpesan, untuk acara apapun ke depan dan digelar di Pulau Bali, setidaknya melibatkan musisi asli Bali yang juga menggunakan bahasa Bali.

Made Bawa juga mengimbau kepada para penggemarnya untuk tidak membuat hal-hal anarkis baik dalam konser apapun, meski tak melibatka Lolot dalam acaranya.

“Pesan saya pribadi, tetap jaga acara yang ada di Bali, walaupun Lolot nggak main, tidak diikut sertakan, kita tetap jaaga identitas kita yang selalu aman bikin acara,” tutupnya.

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP