Sabtu, 21 Sep 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Kemarau Panjang, Satu Hektare Lahan Objek Wisata Bukit Belong Terbakar

11 September 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kemarau panjang, objek wisata bukit belong, kebakaran lahan, satpol pp klungkung

Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung saat melakukan pemadaman di Bukit Belong, Desa Gunaksa yang ditumbuhi ilalang hangus terbakar kemarin (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA - Sekitar satu hektare lahan objek wisata Bukit Belong, Desa Gunaksa yang ditumbuhi ilalang hangus terbakar, Selasa (10/9) kemarin.

Angin kencang yang berhembus di wilayah itu pasalnya mempersulit pemadaman api hingga tim Pemadam Kebakaran Klungkung

harus berusaha sekuat tenaga sekitar 1,5 jam untuk melakukan pemadaman mengingat lokasi kebakaran cukup dekat dengan SMP Negeri 2 Dawan.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Putu Suarta saat dikonfirmasi membenarkan kebakaran lahan itu.

Diterangkannya, sekitar satu hektare lahan di Bukit Belong, Desa Gunaksa milik Suar, 55 warga Desa Gunaksa terbakar dalam peristiwa tersebut.

Namun hingga saat ini pihaknya belum tahu penyebab kebakaran lahan itu bisa terjadi. “Belum diketahui penyebab kebakaran itu terjadi. Kejadiannya sekitar pukul 10.00,” ujarnya.

Setelah mendapat informasi adanya peristiwa kebakaran tersebut sekitar pukul 10.50, Pemadam Kebakaran Klungkung dengan dua unit armada pemadam langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Dalam proses pemadaman api, pasalnya tim Pemadam Kebakaran Klungkung menemui kendala.

Lokasi kebakaran yang berada di dataran tinggi dan tidak bisa dijangkau armada pemadam, membuat sejumlah titik api

terpaksa dipadamkan dengan cara manual dengan cara memukul titik api menggunakan dahan pohon yang ada di lokasi.

“Selain itu, angin pada saat itu cukup kencang. Apalagi ilalang yang ada di lokasi dalam kondisi kering sehingga sulit melakukan pemadaman,” katanya.

Di tengah kondisi itu, Pemadam Kebakaran Klungkung harus berusaha dengan cepat untuk melakukan pemadaman api lantaran lokasi kebakaran cukup dekat dengan SMP Negeri 2 Dawan.

“Kami membutuhkan 1,5 jam untuk melakukan pemadaman. Kami berusaha agar tidak terus meluas karena lokasi kebakaran cukup dengan dengan SMP Negeri 2 Dawan,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak membakar sesuatu seperti sampah sembarangan. Dengan kondisi museum kemarau panjang seperti saat ini, potensi kebakaran sangat tinggi.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP