Selasa, 22 Oct 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Fenomena Tanpa Bayangan Muncul di Langit Bali, Begini Penjelasan BMKG

16 September 2019, 19: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

fenomena tanpa bayangan, langit bali, bmkg denpasar, oktober mendatang

FENOMENA ALAM : Sinar matahari diabadikan di kawasan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Bulan Oktober 2019 mendatang, Bali akan mengalami fenomena unik. Dimana saat itu nantinya, Bali akan mengalami fenomena tanpa bayangan.

Hal ini berdasar hasil perkiraan dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar.

Kabid Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman mengatakan bahwa fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada tepat di atas kepala kita.

“Hal ini disebut juga dengan titik kulminasi," ujar Iman Faturahman, Senin (16/9). Lanjut dia, saat itu,  posisi matahari tepat berada di garis khatulistiwa.

Fenomena ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dari bulan September dan di Bali pada bulan Oktober.

"Berlangsung hanya beberapa saat saja akibat pergerakan semu matahari melewati selatan ke utara dan utara ke selatan.

Dan, melewati daerah ekuator. Kita kan berada di garis katulistiwa. September dan Oktober itu di sekitar ekuator mataharinya.

Kenapa negara kita dapat fenomena ini, karena negara kita ada di sekitar ekuator," jelas Iman Faturahman.

Pada bulan September, pergerakan matahari yang menyebabkan adanya fenomena tanpa bayangan ini dimulai dari Aceh.

Dan, Oktober akan terjadi di Bali. Tidak hanya di satu kota atau daerah saja. Fenomena ini akan terjadi di seluruh Bali.

"Di Bali akan terjadi di seluruh wilayah Bali, karena matahari lebih besar dari bumi. Itu fenomenanya hanya berlangsung beberapa menit saja," tambah Iman Faturahman.

Selain berdampak padanya efek tanpa bayangan, matahari berada di titik kulminasi ini juga akan menyebabkan beberapa dampak lain.

Di mana saat itu, matahari akan terasa lebih panas. "Tentu saja dengan sudutnya tegak lurus dengan kita, akan lebih maksimal

intensitas cahayanya sehingga akan terasa lebih panas. Tapi karena cuma sebentar, tidak akan signifikan," tandasnya.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP