Rabu, 16 Oct 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

NGERI! Kelaparan, Anjing Liar di Nusa Penida Serang Godel Sampai Mati

21 September 2019, 19: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

anjing kelaparan, anjing liar, nusa penida, serang godel, godel mati, desa bunga mekar

Godel milik warga Bunga Mekar, Nusa Penida, mati setelah diterkam anjing liar (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Ulah anjing liar di Dusun Bunga Mekar, Nusa Penida sudah keterlaluan. Warga pun dibikin resah karena sapi warga ada yang dimangsa anjing liar.

Kali ini ternak sapi yang menjadi korban adalah milik Jro Mangku Wayan Sulatri, 50, warga Dusun Pundukeha, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.

Anak sapi yang beru berusia dua minggu itu dimangsa anjing liar beberapa hari lalu. Anak sapi pun mati dengan tubuh penuh luka.

Catatan warga, setidaknya ada empat ekor anak sapi yang dimangsa anjing liar. Anak sapi tersebut mengalami luka yang cukup mengenaskan. Rata-rata robek di bagian pinggang.

Karena resah, warga sampai mencari anjing tersebut untuk diburu. Korban lainya adalah anak sapi di kandang kelompok Simantri Pondok Indah.

Beberapa anak sapi tersebut mengalami luka yang cukup parah. Di antaranya ada yang diterkam di leher dan pada pahanya.

Perbekel Bunga Mekar I Wayan Yasa mengakui kalau ulah anjing tersebut benar-benar bikin pusing warga. Kemungkinan anjing tersebut juga tidak hanya satu ekor namun beberapa ekor.

Sapi yang mati di antaranya berusia enam bulan sampai dua minggu. “Satu mati seminggu lalu, sementara tadi ada tiga ekor,” ujarnya.

Hal ini terjadi karena jarak kandang sapi tersebut cukup jauh dari rumah warga. Sekitar 500 meter dari rumah penduduk. Sehingga tidak ada yang tahu ketika anjing liar tersebut memakan anak sapi.

Kejadianya juga diduga malam hari saat warga sedang tidur. Hal yang sama juga pernah terjadi tahun 2015.

Bahkan, saat itu tidak hanya ternak sapi yang diserang, namun ternak babi juga ada yang dimangsa anjing liar.

Akibat kejadian ini warga sangat dirugikan. Terlebih lagi harga godel atau anak sapi sekarang ini cukup mahal. Bisa mencapai Rp 5 juta per ekor. 

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP