Senin, 09 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Sisihkan Dua Finalis, Staf Humas Pemkot Denpasar Jadi Miss Internet

03 Oktober 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

diah desvi, miss internet indonesia, dua finalis, staf humas pemkot

Diah Desvi saat menerima penganugerahan menjadi pemenang Miss Internet Indonesia 2019 di Jakarta Jumat lalu. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Diah Desvi, staf Humas Pemkot Denpasar berhasil mengalahkan dua finalis lainnya, Difa Putri Ariani asal Sumatra Utara dan Juwita Alfi Sahra, asal Jakarta,

pada tahap akhir pemilihan Miss Internet Indonesia di Indonesia Internet Expo dan Summit 2019 di Jakarta Convention Center akhir pekan kemarin.

Ajang yang diinisiasi APJII ini tidak hanya mencari figur yang dianggap menarik, tapi juga harus memiliki kriteria smart, charm, and digital lovers untuk mengaampanyekan penggunaan internet sehat kepada netizen.

Ni Luh Putu Diah Desvi mengungkapkan dirinya sama sekali tidak menyangka akan menjadi pemenang Miss Internet Indonesia 2019.

Baginya, ini merupakan tugas yang besar, tapi ia berkeyakinan bisa berkontribusi nyata dalam mengemban tanggung jawabnya setelah mendapatkan gelar baru tersebut.

Diah Desvi sapaan akrabnya mengaku sangat senang karena bertemu dengan kawan-kawan hebat dari beberapa wilayah di Indonesia.

“Acara ini ternyata memberikan ruang untuk saling berdiskusi. Saya pribadi justru menganggap ini bukan sebuah kompetisi namun justru kesempatan untuk berkolaborasi dan memperluas jaringan,” ujar Diah.

Dijelaskan Diah, selama menjabat sebagai Miss Internet Bali 2018, sudah melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan literasi digital.

Kegiatan ini juga bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan bekerjasama dengan pemerintah. “Saya merasa bahwa literasi digital harus dilakukan oleh banyak pihak, dengan metode yang berbeda namun dengan tujuan yang sama,” terangnya.

Ia bersyukur selama ini, dukungan hadir dari segala lini. Menyandang gelar Miss Internet Indonesia, Diah mengaku tidak hanya sebatas menghadiri undangan saja,

namun program selanjutnya ingin memberikan gagasan untuk mendukung pembentukan SDM yang unggul dan menjadikan Indonesia semakin maju.

Dalam programnya, APJII menargetkan membantu 2.000 desa untuk bisa terkoneksi internet. Untuk mendukung acara ini, Miss Internet Indonesia 2019 akan melakukan roadshow ke daerah-daerah yang baru terkoneksi internet.

“Saya akan konsisten melakukan aksi-aksi nyata dan bekerja sama dengan berbagai pihak di 34 Provinsi di Indonesia untuk melakukan literasi internet yang bersih, selektif, dan juga aman bagi para pengguna internet” katanya.

Sebelum didapuk sebagai Miss Internet 2019, Diah dikenal sosok remaja yang ramah pernah menjadi Miss Internet Bali 2018

dan aktif dalam kegiatan sosial Kakak Asuh Bali yang fokus melakukan literasi pada bidang pendidikan dan juga digitalisasi.

Ia juga menulis buku bersama dengan entrepreneur lainnya asal Bali yang berjudul 50 Pengusaha Kota Denpasar.

Karantina Miss Internet Indonesia dimulai tanggal 21 hingga 26 September 2019 dan Grand Final pada tanggal 27 September serangkaian dengan  acara Indonesia Internet Expo dan Summit 2019 di Jakarta Convention Center.

Acara Miss Internet Indonesia 2019 ini diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerjasama dengan Sobat Cyber Indonesia dan didukung Kementerian Kominfo RI. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP