Senin, 27 Jan 2020
radarbali
icon featured
Travelling

Berulangkali Jatuh Korban Tewas, Devil’s Tears Mulai Dipasangi Pagar

03 Oktober 2019, 15: 26: 04 WIB | editor : ali mustofa

jatuh korban tewas, devil's tears, pasang pagar, dispar klungkung, pariwisata nusa penida

Proses pemasangan pagar pengaman di objek wisata Devil’s Tears, Nusa Lembongan, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Setelah sejumlah wisatawan tercatat mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia saat berwisata di objek wisata Devil’s Tears,

Nusa Lembongan, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung akhirnya memasang pagar pengaman di kawasan tersebut.

Hanya saja karena keterbatasan anggaran, baru sekitar 180 meter tebing yang akan dipasang pagar pengaman.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta membenarkan pemasangan pagar pengaman telah dilakukan mulai Senin (1/10) lalu.

Pagar pengaman dipasang sepanjang 180 meter di objek wisata Devil’s Tears. Pemasangan pagar diperkirakan memakan waktu satu bulan.

Sesuai kesepakatan dengan warga setempat dan pelaku pariwisata untuk menjaga kenaturalan Devil’s Tears, pagar dibuat dari tali tambang dan ulin kayu.

“Anggarannya sekitar Rp 70 juta. Anggaran tersebut diperoleh dari menggeser anggaran kegiatan lain,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Klungkung selama ini tidak pernah diam diri atas sejumlah peristiwa kecelakaan hingga menelan korban jiwa yang dialami wisatawan saat mengunjungi Devil’s Tears.

Hanya saja karena penanganan yang harus dilakukan membutuhkan anggaran dan lainnya, sehingga pihaknya butuh waktu untuk merealisasikan peningkatan keamanan objek wisata tersebut.

“Perencanaan pemasangan pagar pengaman secara menyeluruh tetap kami anggarkan tahun 2019 ini. Dan kami berharap bisa terealisasi di tahun selanjutnya.

Adapun berdasar perhitungan kasar, untuk pemagaran secara keseluruhan objek wisata itu sekitar 350-400 meter,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau agar wisatawan tetap berhati-hati saat berwisata di objek wisata tersebut.

Walau sudah dipasang pagar pengaman, jika wisatawan kurang hati-hati saat berwisata akan tetap mengalami celaka juga.

“Masalah keamanan dan kenyamanan itu menjadi tanggung jawab bersama,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam satu tahun terakhir ini ada sekitar tujuh orang wisatawan tercatat hilang dan meninggal dunia saat berwisata di Kecamatan Nusa Penida.

Dua peristiwa kecelakaan wisatawan itu terjadi di objek wisata Devil’s Tears. Adapun saat asyik melakukan swafoto di pinggir tebing objek wisata Devil’s Tear,

Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (7/5), dua wisatawan asal India, Kausal Aditya, 24 dan Agrawal Kshitiz, 31 tiba-tiba dihantam ombak besar.

Dalam peristiwa tersebut, Agrawal berhasil selamat, sementara Aditya tenggelam dan hingga saat ini belum ditemukan.

Kemudian ada wisatawan asal Tiongkok, Li Huiling, 38 meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Jungutbatu setelah

sebelumnya tenggelam akibat dihempas ombak saat berfoto di objek wisata Tebing Devil’s Tear, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (17/8). 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP