Rabu, 16 Oct 2019
radarbali
icon featured
Politika

Lepas Konflik, Pimpinan Golkar Bali Sepakat Lakukan Upaya Rekonsiliasi

IKM Jadi Inisiator Pertemukan Dua Kubu

05 Oktober 2019, 20: 21: 30 WIB | editor : ali mustofa

konflik Golkar, Golkar Bali, Rekonsiliasi Partai Golkar, I Ketut Mardjana, Partai beringin, Mahkamah partai, Golkar Bangli,

SEPAKAT AKHIRI KONFLIK : (Ki-Ka) Dewa Nida, Gde Sumarjaya Linggih, Wayan Gunawan, dan I Ketut Mardjana saat upaya rekonsiliasi di rumah Demer di Krobokan, Badung (Didik D.Praptono)

Share this      

DENPASAR - Angin positif muncul pascakisruh yang terjadi di internal Partai Golkar Bali .

Di tengah masih berjalannya proses pembuktian hukum maupun secara kelembagaan di Mahkamah partai, muncul upaya rekonsiliasi antara pihak yang berkonflik.

Bahkan yang mengejutkan, sejumlah tokoh penting maupun petinggi dari partai berlambang pohon beringin ini pun sepakat melakukan proses rekonsiliasi untuk membenahi partai, terlebih dalam menghadapi Pilkada 2020 mendatang.

AKRAB : Suasana akrab antara para pimpinan dan tokoh saat proses rekonsiliasi di rumah Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih

AKRAB : Suasana akrab antara para pimpinan dan tokoh saat proses rekonsiliasi di rumah Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih

“Saya melihat, masih ada sesuatu yang tidak harmonis dalam manajemen Partai Golkar dan khususnya di Bangli. Untuk itu, saya menginisiasi untuk melakukan rekonsiliasi,” ujar DR I Ketut Mardjana alias IKM di Denpasar, Sabtu (5/10).

Tokoh Bangli yang lama berkiprah di tingkat nasional dan concern dengan perkembangan organisasi sosial politik demi kemajuan demokrasi dan pembangunan Bangli dan kesejahteraan masyarakat Bangli,

ini pun  mengajak kader-kader partai Golkar dan juga para pemimpinnya untuk melakukan intropeksi diri.

“Kalau terjadi kekurangan mari kita perbaiki. Namanya kekeliruan dan kesalahan, harus diakui dan berani berminta maaf untuk solidaritas organisasi itu,” ujarnya.

Diketahui memang, salah satu persoalan internal yang dihadapi oleh Partai Golkar adalah persoalan dilengserkannya enam ketua DPD II Partai Golkar.

Hal ini pun menjadi polemik di tubuh partai ini. Persoalan para ketua DPD II Golkar (selaku pemohon)

dengan Plt Ketua Partai Golkar Gede Sumarjaya Linggih alias Demer (selaku termohon) ini sedang berjalan di Mahkamah Partai Golkar.

Wayan Gunawan, salah satu yang dilengserkan dari jabatan ketua DPD II Bangli juga hadir dalam proses rekonsiliasi sore ini.

“Hari ini dengan rasa hormat kepada seorang kakak dan ketua plt partai golkar, saya silahturahmi dalam kondisi berduka. Saya mohon maaf kepada pak Demer,” ujar Gunawan.

Menurutnya, secara kelembagaan, di DPD II Partai Golkar Bangli memang telah menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Partai. Ia mengajak, apapun keputusannya nanti, sifatnya mengikat dan final.

“Saya belum tau kapan keputusannya. Saya nggak akan beranjak selangkahpun. Saya ditempa dan dibesarkan oleh Partai Golkar,” kata Gunawan.

Selain itu menurutnya, sebelum pertemuan upaya rekonsiliasi ini, pihaknya juga telah melakukan upaya-upaya baik secara personal maupun kelembagaan untuk menemui Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali.

“Saya secara personal maupun kelembagaan dengan kawan-kawan DPD dan PK juga tela bersurat. Intinya upaya ini kami tempuh demi melepas kepentingan ataupun ego pribadi untuk kepentingan lebih besar yakni Partai Golkar,”tegasnya.

Sementara itu, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih didampingi anggota Korwil Pemenangan Pemilu/Korwil Bali DPP Partai Golkar Dewa Made Widiasa Nida,

mendukung langkah dan proses rekonsiliasi yang digelar dan diinisasi oleh IKM dan para ketua PK maupun Pembina DPD Partai Golkar Bangli hari ini.

Tahap awal upaya rekonsiliasi inipun berjalan sangat cair dan disambut positif dari para pihak.

Bahkan bagi Demer, dalam politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi.

“Politik itu seperti cuaca. Sulit di ramalkan juga,” ujar Demer di sela-sela menerima tamu dan pelayat di rumah duka.

Meski masih dalam suasana duka, terkait proses di mahkamah partai, ia berharap proses rekonsiliasi ini dapat cepat selesai sebelum adanya keputusan dari mahkamah partai.

“Mudah-mudahanan sebelum putusan, sudah terjadi rekonsiliasi. Kalau sudah, maka ikuti keputusan itu. Saya sangat antusias jika memang terjadi rekonsiliasi.

Kita nggak mau jadi dinosaurus yang katanya besar dan pernah hidup namun saat ini tidak tampak. Kita mau terus besar. Kalau saat ini kita nomor dua, harapannya dengan bersatunya ini kita (Golkar) bisa nomor satu,” tegas Demer.

Sementara itu, I Wayan Mantik selaku Ketua Dewan Penasihat DPD II Partai Golkar Bangli, menuturkan, jika kasus yang terjadi di Bali, khususnya Bangli, adalah hal yang biasa dalam perpolitikan.

“Gunawan lakukan gugatan ke Mahkamah Partai. Ini juga atas usul saya. Sekarang muncul dorongan untuk lakukan rekonsiliasi, saya juga dukung,” ujarnya.

Untuk itu, dengan adanya upaya rekonsiliasi Mantik mengajak masing-masing pihak yang berselisih ini mau mengakui kekurangannya dan kelemahan.

“Mari bicara lose - lose solutions (mencari kekurangan masing-masing  dan melepas ego) untuk kepentingan yang lebih baik bagi Partai Golkar ke depan,” tutupnya.

(rb/pra/ara/mus/JPR)

 TOP