Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Kembali Muncul Gempa Vulkanik Dalam, PVMBG; Suplai Magma Masih Terjadi

11 Oktober 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

gunung agung, gempa vuklanik dalam, suplai magma, pvmbg

Wisatawan asing menikmati keindahan Gunung Agung dari Pura Penataran Agung Lempuyang, Desa Purwayu, Karangasem. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA - Kondisi Gunung Agung belakangan ini memang tengah adem ayem. Taka da tanda-tanda bergejolak.

Gampa yang sebelumnya kerap terjadi belakangan mulai jarang. Bahkan, sejak beberapa bulan lalu nyaris tidak terekam adanya aktivitas gempa vulkanik di Gunung Agung.

Namun, situasi kemarin berubah. Berdasar laporan Magma Var mulai muncul kembali gampa vulkanik dalam.

Gampa ini muncul pada periode pengamatan 12 jam. Bahkan gempa vulkanik dalam terjadi sampai 4 kali. Tiga kali muncul dalam pengamatan Rabu (9/10) pukul 18.00 Wita sampai 24.00 Wita.

Gempa vulkanik dalam yang muncul dengan amplituko 1-4 mm dengan durasi 8-14 detik. Gempa vulkanik dalam kembali muncul pada periode pengamatan Kamis (10/10) pukul 00.00 Wita sampai 06.00 Wita dengan amplitudo 1 mm berdurasi 63 detik.

Menurut Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Dr Devy Kamil Syahbana, munculnya gempa vulkanik dalam pertanda adanya suplai magma di kedalaman tertentu.

Hanya saja jumlahnya  tidak signifikan karena jumlah gempanya juga masih sedikit. “Kalau masih ada vuklanik dalam artinya suplai magma masih ada,” ujar Devvy Kamil.

Untuk itu pihaknya meminta warga masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti rekomendari PVMBG yakni dalam radius 4 km tidak bolah ada aktifitas apapaun.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ide Ketut Arimbawa meminta masyarakat tetap tenang.

Arimbawa mengutif magma var Kamis (10/10) pukul 06.00 Wita sampai 12.00 Wita yang di terima BPBD tidak ada gempa vulkanik.

“Kalau dari rilis yang kami terima nihil gempa,” ujar Arimbawa. Sementara kesimpulan Gunung Agung masih pada level III.

 Untuk itu meminta masyarakat di sekitar Gunung Agung agar tetap tenang. Selalu mematuhi aturan yakni diluar radius 4 km masih aman. 

Hanya saja zona perkiraan ini bersifat dinamis. Sewaktu-waktu akan berubah sesuai dengan perkembangan terkini Gunung Agung. “Pantau terus perkembanganya dan patuhi zona bahayanya,” ujar Arimbawa. 

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP