Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Suporter Teriak Simon Out, Coach Simon Ngotot Tak Mau Disalahkan

16 Oktober 2019, 13: 30: 49 WIB | editor : ali mustofa

bali united, piala dunia, timnas indonesia, timnas vietnam, coach simon

Irfan Bachdim membawa bola usai mencetak gol ke gawang Vietnam kemarin malam (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Timnas Indonesia hancur lebur di ajang prakualifikasi Piala Dunia. Bermain empat kali, empat-empatnya keok.

Ironisnya, tiga kekalahan terjadi di kendang. Kekalahan terakhir dialami Indonesia dari Vietnam saat kedua tim bersua di Stadion Dipta, Selasa (15/10) malam dengan skor 1 - 3.

Suporter pun geram. Bahkan, meme-meme muncul di Stadion Dipta. Meme pertama muncul foto Alfred Riedl yang dianggap membangun tim.

Foto kedua ada sosok Luis Milla Aspas yang dianggap menyempurnakan. Foto ketiga ada Simon yang dianggap sebagai perusak.

Suporter pun tak henti meneriakkan simon out selama pertandingan. “Simon out, Simon out,” begitu kiranya para suporter meluapkan kekecewaan.

Di sesi konferensi pers, mantan arsitek Timnas Filipina di AFF 2010 sontak emosi mendapat kritik keras dari para supporter Indonesia.

“Bagaimana mau menang kalau suporter menaruh banner yang mengintimidasi lawan. Kalau saya ke bus sekarang, mungkin suporter bisa membunuh saya?” terangnya.

Apa yang diucapkan Simon itu terjadi saat Timnas dikalahkan Malaysia dengan skor 2-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Selain itu, Simon lagi-lagi tidak mau disalahkan. Justru kondisi Indonesia yang di skorsing oleh FIFA pada 2015 menjadi alasan.

“Waktu itu kita di banned. Bagaimana kita mau masuk Piala Dunia?” tegasnya. DIsaat yang bersamaan, kualifikasi Piala Dunia 2018 juga sedang berlangsung dan Indonesia tidak bisa ikut.

Tapi, Simon tidak tahu jika disaat yang bersamaan atau akhir 2016, Indonesia berhasil melenggang ke semifinal AFF Cup 2016 sebelum dikalahkan Thailand di partai puncak.

Saat itu, Alfred Riedl hanya memiliki waktu tiga bulan untuk persiapan dengan kompetisi yang masih belum diakui oleh FIFA. “Hambatan lainnya ada jadwal liga,” terangnya.

Tapi ketika awak media menanyakan apa yang menyebabkan Indonesia kalah, pelatih berusia 41 tahun tersebut geram. “Anda tahu masalahnya? Anda tahu kan? Kita pernah diskusi,” tuturnya geram. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP