Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Tengkorak Misterius Masih Jadi Misteri, Polda Bali Turun Tangan

16 Oktober 2019, 14: 14: 12 WIB | editor : ali mustofa

tengkorak misterius, polda bali, polres buleleng, kebun kakao, pt mayora

Tim gabungan dari Polda Bali, Polres Buleleng dan anggota Polsek Seririt saat mendatangi lokasi penemuan tengkorak di kebun kakao milik PT Mayora, Banjar Dinas Tegalenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt. (Juliadi/Radar Bali)

Share this      

SERIRIT - Meski kerangka tulang manusia di kebun kakao milik PT Mayora, Banjar Dinas Tegalenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Juli lalu, sudah dikubur di Setra Desa Adat Buleleng,

Banjar Jawa, Buleleng, namun pihak kepolisian masih terus menelusuri dan mendalami tulang belulang yang ditemukan seorang warga Banjar Dinas Tegalenga, Desa Kalisada, bernama Made Artika, 59. 

Sebelumnya terkuak identitas tengkorak berjenis kelamin perempuan dengan usai berkisar 20 sampai 30 tahun melalui serangkaian tes DNA oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali.

Menurut informasi, pemilik tengkorak tersebut adalah salah seorang warga asing yang sedang berlibur ke Bali.

Wisatawan asing tersebut diduga berasal dari asia tenggara. Sehingga pihak kepolisian terus mendalami. 

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah orang bersama anggota kepolisian dari Polda Bali, Polres Buleleng dan Polsek Seririt mendatangi TKP penemuan tengkorak di Banjar Dinas Tegalenga, Desa Kalisada.

Mereka datang untuk menggali informasi dan meminta penjelasan kepada saksi pertama yang menemukan tengkorak tersebut.

Tak hanya itu, warga yang tinggal di sekitar TKP juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Beberapa di antaranya tidak bisa berbahasa Indonesia.

Mereka bertanya secara detail kepada Made Artika saksi mata pertama kali menemukan tulang belulang tengkorak tersebut.

Bahkan Kapolsek Seririt Kompol Made Uder yang ikut mendampingi terlibat pembicaraan serius dengan para pihak yang datang ke TKP kemarin. 

Selain menanyakan, posisi tengkorak saat ditemukan, mereka juga bertanya atas alasan apa saksi Made Artika ada ditempat itu sehingga menemukan tengkorak itu.

Bahkan, salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan tengkorak diminta datang untuk dimintai keterangan.

Warga tersebut bernama Nyoman Wija, 68, tinggal di sisi selatan tempat tengkorak ditemukan. Dia menyebut sekitar bulan Januari 2019 selama 25 hari secara terus menerus mencium bau yang sangat menyengat.

Dan bau itu, katanya, tidak seperti bau bangkai yang kerap ia cium dari tempat itu. "Baunya sangat tajam dan itu terjadi selama 15 hari lebih, sangat menyengat," terangnya.

Konon, beberapa orang tengah melakukan pendalaman atas temuan tengkorak tersebut. Bahkan disebutkan,sudah ada pihak yang mengakui kehilangan anggota keluarga dengan mencocokkan melalui hasil tes DNA Polda Bali. 

Kapolres Buleleng AKBP Suratno saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut temuan tengkorak di Desa Kalisada tidak menampik.

Menurutnya, kedatangan sejumlah orang didampingi anggota kepolisian dari Polda Bali merupakan wewenang Polda.

"Itu kewenangangan Polda. Kalaupun ada pihak yang ingin mencari tahu lebih detil seharusnya membawa data pembanding (DNA) dari tempat asalnya," tandasnya.

Seperti diberitakan, potongan tulang kerangka manusia yang tidak utuh ditemukan Made Artika warga Banjar Dinas Tegalenge, Desa Kalisada, Sabtu (6/7) sore.

Karena takut Artika tidak berani mengambil tindakan apapun. Barulah kesokan harinya temuan itu dilaporkan kepada Kepala Dusun Ketut Winarta.

Mendapat laporan itu Winarta bersama Kelian Adat Kalisada mendatangi TKP yakni Kebun Kakao milik PT. Mayora yang digarap oleh Nyoman Bagiarta.

Dilokasi kebun tersebut ditemukan kepala (tengkorak) terpisah dan beberapa tulang masih yang terbungkus karung plastik. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP