Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Events
ALFAMART-RADAR BALI CARE #5

Alfamart Jaring Warung Tradisional Binaan di Karangasem

18 Oktober 2019, 05: 31: 59 WIB | editor : ali mustofa

alfarmart, radar bali care, warung tradisional, warung binaan, disperindag karangasem

ANTUSIAS: Alfamart-Radar Bali Care season #5 disambut antusias para pedagang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem. (Sentot Prayogi/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA – Event reguler antara Alfamart dan Jawa Pos Radar Bali bertajuk Alfamart-Radar Bali Care kembali bergulir.

Kali ini, dalam season ke-5, Alfamart dan Radar Bali menyasar para pedagang dan pemilik warung tradisional di Kabupaten Karangasem, Selasa (15/10) lalu.

Sebanyak 20 peserta yang juga merupakan para pedagang binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem hadir sebagai peserta.

“Ini merupakan apresiasi bagi kami karena kegiatan yang benar-benar menyentuh para pedagang kecil ini hadir di Karangasem,” ucap Kabid Sarana Usaha Perdagangan yang mewakili Disperindag Karangasem, I Wayan Mangku.

Ia menilai, kehadiran perusahaan ritel nasional semacam Alfamart yang didampingi media Jawa Pos Radar Bali seperti ini sangat bermanfaat bagi para pelaku industri kecil di Karangasem.

“Dari kegiatan semacam ini kami berharap pemahaman para pedagang semakin meningkat, ditambah adanya program pembinaan dari Alfamart kepada para pedagang,” imbuhnya.

Imam Syafii, selaku Member Relations Coordinator Alfamart Branch Bali menyebutkan, hingga kini kendala yang masih sering dihadapi para pedagang kecil dalam persaingan perdagangan adalah kemampuan manajerial usaha yang masih minim.

Menurutnya, keberhasilan usaha ritel atau perdagangan tidak melulu ditentukan oleh besar atau kecilnya tempat usaha.

“Walaupun hanya warung tradisional, jika manajemen usahanya menerapkan pola usaha ritel modern, niscaya mampu bersaing,” tutur Imam Syafii.

Salah satu kunci keberhasilan usaha ritel, lanjutnya, yakni kemampuan para pelaku usaha memisahkan antara sirkulasi keuangan pribadi atau keluarga dengan keuangan usaha.

“Yang selama ini sering terjadi kan hasil penjualan warung dipakai juga untuk keperluan keluarga tanpa pelaporan keuangan yang jelas.

Termasuk misalnya mengambil stok rokok untuk merokok sendiri pun tidak dimasukkan ke dalam hasil penjualan usaha, sehingga tidak jelas omset usaha itu sendiri,” paparnya.

Event berupa small class ini tampak berlangsung aktif lantaran tingginya minat 20 peserta untuk memahami lebih jauh tentang kisi-kisi manajemen usaha ritel.

Termasuk hasrat para peserta untuk menjadi warung binaan Alfamart. Terkait ini, Alfamart Branch Bali pun membuka kesempatan selebar-lebar untuk para pelaku usaha kecil di Karangasem untuk menjadi bagian dari binaan Alfamart.

“Tujuan utama kegiatan ini memang harapan kami untuk memberi kesempatan luas kepada para pedagang menjadi binaan dari Alfamart.

Karena memang banyak formulasi dan jenis warung binaan yang sudah kami siapkan sebagai bagian dari program nasional Alfamart,” timpal Doni Rachmat, Member Relations Alfamart Branch Bali. (rba)

(rb/yog/mus/JPR)

 TOP