Rabu, 11 Dec 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Ganti Brosur Promosi Wisata, Badung Belikan Agen Flash Disk Rp 51 Juta

19 Oktober 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

promosi wisata, dispar badung, agen wisata, anggaran flash disk

Wisatawan asing menikmati pasir putih di pantai Serangan (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA – Dinas Pariwisata Badung kerap melaksanakan promosi wisata di dalam maupun di luar negeri.

Pada promosi pariwisata tersebut, Dispar Badung memberikan flash disk kepada para buyer (pembeli) untuk memudahkan dalam melakukan promosi.

Total pengadaan flash disk berkapasitas 4 GB berlogo tersebut senilai Rp 51 juta. Berdasar informasi layanan lelang di website  LPSE Badung tertera lelang Belanja Pengadaan

Flash Disk 4 GB Card Berlogo pada kegiatan Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di dalam dan di luar negeri APBD Kabupaten Badung, T.A Perubahan 2019 yang dilakukan oleh Dispar Badung. 

Nilai pagu anggaran Rp 52.500.000,00 dan Nilai HPS  Rp 51.205.000,00. Jumlahnya pengadaan flash disk sekitar 700 keping dengan harga satuannya sekitar Rp 67 ribu.

Spesifikasi, berisi cover kotak plastik, ukuran 7 x 10,5 cm, flash disk card berlogo,  cetak colour bolak-balik, logo Badung Tourism Promotion Board, 

 logo Badung The Soul of Bali, Logo Bali Tourism Promotion Board, Logo Wanderful Indonesia, dan total ukurannya 5,3 x 8,5 cm.

Kadispar Badung I Made Badra tak menampik pengadaan langsung untuk flash disk tersebut.  Flask disk tersebut berisi konten destinasi wisata Badung dan Bali.

Selain itu, juga bahan presentasi promosi pariwisata yang dilakukan. Sehingga buyer dapat melihat langsung visual dari destinasi yang ada.

“Itu (flash disk) nanti diisi konten mengenai destinasi wisata Badung dan kita berikan kepada para buyer yang ada di luar maupun dalam negeri. Jadi, semua dalam bentuk digital dengan kemasan flash disk,” terang Badra.

Kata dia, misalnya ketika promosi ke luar negeri, para undangan akan mendapat flask disk tersebut. Selain materi flash disk tersebut dipresentasikan dihadapan para buyer, mereka dapat melihat kembali melalui flask disk tersebut.

“Flash disk ini saran langsung dari buyer. Karena lebih praktis, efektif dan memudahkan kita berkomunikasi untuk menjual produk mau pun destinasi,” terang birokrat asal Kuta ini.

Karena sudah menggunakan flash disk, promosi tidak lagi menggunakan kertas brosur. Karena semua data objek wisata dan promosi lainnya sudah masuk dalam flash disk tersebut.

“Kita tidak lagi menggunakan brosur kertas, karena jarang orang mau baca brosur,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP