Rabu, 13 Nov 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 17,8 Juta Orang, Domestik Turun

22 Oktober 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

penumpang pesawat, bandara ngurah rai, penumpang domestik turun, 17 juta penumpang

Pesawat Garuda menuju apron usai landing di Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA  – Lepas dari triwulan ketiga di tahun 2019, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat telah melayani 17,8 juta penumpang.  

Total penumpang dengan jumlah eksak 17.844.690 jiwa tersebut telah terangkut melalui 114.631 pesawat udara, baik dari rute domestik dan internasional.

Rute internasional masih mengungguli rute domestik untuk urusan jumlah penumpang, dengan perbandingan 10.365.977 penumpang 

untuk rute internasional berbanding 7.478.713 penumpang yang keluar masuk Bali melalui Terminal Domestik. 

Lain halnya untuk pergerakan pesawat, dengan 59.773 pergerakan pesawat, rute domestik sedikit unggul dibanding dengan pergerakan pesawat rute internasional dengan 54.858 pergerakan.

“Dibandingkan dengan catatan pergerakan penumpang di periode yang sama di tahun 2018 lalu, angka penumpang yang kami layani selama sembilan bulan berjalan di tahun ini 

mengalami pertumbuhan sebesar 1 persen. Tahun lalu jumlah penumpang yang keluar masuk Bali lewat udara tercatat sebanyak 17.742.158 penumpang. 

Tumbuh sekitar 120 ribu penumpang,” ucap GM PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado.

Tercatat, jumlah penumpang rute internasional yang terlayani selama sembilan bulan di tahun 2018 lalu adalah sebanyak 9.421.167 penumpang. 

Dengan demikian, di tahun ini terdapat pertumbuhan penumpang rute internasional sebanyak 944.810 penumpang, atau tumbuh sebesar 10 persen. 

Sedangkan untuk rute domestik, catatan pergerakan penumpang dari Januari hingga September tahun 2019 masih mengalami penurunan dibanding dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu. 

Dengan catatan 7.478.713 penumpang rute domestik di tahun 2019, dibandingkan dengan jumlah penumpang rute domestik di tahun 2018 lalu 

yang berjumlah 8.302.991 penumpang, maka terdapat selisih sebanyak 824.278 penumpang, atau turun sebesar 11 persen.  

“Meski jumlah penumpang domestik turun dibanding tahun lalu, di tahun ini penumpang rute internasional mengalami pertumbuhan yang sangat positif 

dibandingkan dengan periode Januari-September tahun 2018 lalu. Tumbuh hampir satu juta penumpang, atau 10 persen, ” jelasnya.

Hal yang sama terjadi untuk catatan pergerakan pesawat udara. Dengan jumlah 114.631 pergerakan pesawat 

sepanjang tahun 2019 ini, terdapat penurunan sebesar 5 persen jika dibanding dengan statistik di periode yang sama di tahun 2018 lalu.  

Untuk rute internasional, jumlah pergerakan pesawat udara cenderung stabil, atau sama dengan jumlah di tahun lalu. 

Tapi, untuk rute domestik, turun sebesar kurang lebih 5 persen. Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu berdampak pada operasional bandar udara. 

“Bahkan, di bulan ini kami melakukan launching satu fasilitas baru yang ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam proses penjemputan penumpang dalam 

wujud fasilitas Digital Meeting Point, serta melakukan penataan pada fasilitas Holding Room yang ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus.

Pelayanan tetap, dan selalu kami nomor satukan,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP