Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar
Pesta Rakyat HUT Mangupura

Sedot Rp 300 Juta Datangkan Dewi Perssik, Ini Alasan Pemkab Badung…

23 Oktober 2019, 17: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pesta rakyat, hut mangupura, sedot anggaran besar, dewi perssik, pemkab badung

Dewi Perssik (dok.jawapos.com)

Share this      

MANGUPURA-Pesta rakyat Dasa Warsa Ibu Kota Kabupaten Badung, Mangupura akan digelar Sabtu 26 Oktober mendatang yang dipusatkan di Gedung Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Pesta rakyat dan upacara  upacara bendara perayaan HUT 16 November 2019 dianggarkan sekitar Rp 1 miliar.

Pada pesta rakyat tersebut juga  menghadirkan artis lokal mau pun nasional. Namun dari total  anggaran artis  Rp 650 juta, sebesar Rp 300 juta  digunakan untuk mendatangkan artis nasional Dewi Perssik.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung, IBA Yoga Segara tak menampik bahwa  untuk mendatangkan dan menampilkan Dewi Perssik menghabiskan sekitar Rp 300 juta.

“Itu tidak hanya untuk Dewi Perssik sendiri, tapi juga termasuk tiket, penginapan, kru, dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, pesta rakyat juga dimeriahkan dengan hadirnya oleh Lolot, Joni Agung & Double T, Nanoe Biroe, Diyana Prasta, D'Antoni, dan Mangupura Band.

Juga ada penampilan tari Inagurasi dari Listibya Badung, lawak Celekontong Mas.  Sementara artis dan band lokal, dianggarkan sekitar Rp 350 juta.

“Yang jelas secara total pesta rakyat dan upacara bendara perayaan HUT 16 November 2019 dianggarkan sekitar Rp 1 miliar,” jelasnya didampingi  bagian pemerintahan, Kabag Humas Made Sudiarta, dan Kasubag Pelayanan Pers I Made Adnyana itu.

Kata dia, pagelaran akan dilaksanakan di dalam gedung budaya alias indoor. Namun disediakan pula layar LED ukuran 4x6 meter di luar gedung.

Nah, bagi masyarakat yang datang, berkesempatan pula menikmati kuliner gratis. Disediakan 2.500 nasi jinggo dan 5.700 kuliner lainnya.

Pengambilannya akan melalui kupon yang dibagikan panitia. “Bagi yang masuk ke dalam gedung, nanti diarahkan agar

menikmati makan dan minum di luar dulu. Sehingga saat masuk sudah steril. Ini guna menjaga kebersihan dalam gedung,” jelasnya.

Kegiatan ini  juga melibatkan pengamanan dari pihak Polri, TNI, Satpol PP, hingga pecalang. Para petugas akan menyebar, baik di dalam maupun luar gedung.

“Dengan keberadaan petugas, seandainya ada permasalahan, bisa cepat teratasi. Tapi tentu harapannya kegiatan berjalan kondusif, karena ini kegiatan untuk menghibur masyarakat, sesuai arahan Bapak Bupati,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP