Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hiburan & Budaya

Tika Pagraky Sebut Tak Pernah Foto Prewed di Rumah Pohon Jontol

29 Oktober 2019, 17: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

rumah pohon jontol, tika pagraky, foto prewed

Tika Pagraky (dok.radarbali)

Share this      

AMLAPURA - Rumah pohon jontol yang terletak di Dusun Batumadeg, Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, pernah menjadi idola generasi millennial.

Mereka menjadikan objek wisata ini sebagai spot selfie pilihan ketika berlibur ke Gumi Lahar. Bahkan, sejumlah wisatawan dan artis dikabarkan pernah menjadikan Rumah Pohon Jontol sebagai objek foto kamera.

Salah satunya penyanyi Bali yang kini merambah industri musik nasional, Tika Pagraky. Menurut pengelola Rumah Pohon Jontol, Tika pernah foto prewed di sana.

Namun, kepada Jawa Pos Radar Bali, Tika Pagraky membantah dirinya pernah foto pre weeding di Rumah Pohon Jontol. Dirinya mengaku tidak pernah melakukan foto di sana.

"Untuk foto prewed saya hanya di Badung," kata Tika Pagraky. Karena merasa tidak pernah foto prewed di Rumah Pohon Jontol, Tika meminta pemberitaan yang sudah telanjur rilis diklarifikasi agar tidak bias.

"Kebetulan saya dari Pidpid," bebernya. Pidpid adalah nama desa di Kecamatan Abang yang tidak jauh dari lokasi Rumah Pohon Jontol.

Untuk diketahui, Rumah Pohon Jontol merupakan kreativitas beberapa pemilik lahan di sana.

Salah satunya Mangku Dirga, yang ingin membuat sebuah spot selfie di ladang tanah miliknya diSaring Gunung, Dusun Batumadeg, Desa Tista, Kecamatan Abang,  Karangasem.

Dia juga menambahkan jika di tanah miliknya sudah berdiri rumah pohon sejak dua tahun lalu. 

Bahkan, dulunya di sana ada beberapa spot foto selfie seperti sebuah rumah kecil di atas pohon yang dibangun sebagai objek ber-selfie ria. 

Tak hanya itu latar persawahan yang luas dan cantik menambah keindahannya. Sehingga banyak pengunjung bisa mengabadikan kenangan di tempat tersebut.

“Saat pertama dibangun pengunjung sudah banyak yang datang,” ujarnya. Pihaknya juga menambahkan jika  pengunjung yang datang banyak dari luar pulau.

Namun saat ini kondisi rumah pohon sendiri sangat memprihatinkan. Kayu yang dipakai untuk rumah pohon tersebut banyak yang lapuk dan usang karena tak terawat. 

Bahkan, pemandangan sawah yang dulunya indah kini dihalangi oleh rimbunan pepohonan dan semak belukar. Terlihat pula batu yang belum sempat dipakai untuk membangun tempat itu.

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP