Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Events

Jadi Aplikasi Reminder Tools, Program ADS Ikut Support Terapi ARV

02 November 2019, 06: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

aplikasi reminders tools, program ads, terapi arv

Kegiatan pelatihan penggunaan ADS kepada pemegang program VCT di Puskemas Seririt I Buleleng. (Putu Dian Prima Kusuma Dewi For Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA - Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema PKM Stimulus (PKMs) merupakan 

program pengabdian masyarakat (PKM) mono tahun yang diperuntukkan kepada perguruan tinggi dengan kluster binaan. 

Stikes Buleleng tahun ini berkesempatan mendapatkan hibah PKM mono tahun dari Kemenristek Dikti. 

Acuan dari munculnya produk PKMs ini dari temuan penelitian sebelumnya tentang tingginya angka loss to follow up (LTFU) pada Odha dalam terapi antiretro viral (ARV).

PKMs tersebut dilakukan penelitian oleh Putu Dian Prima Kusuma Dewi,S.ST., M.Kes, I Wayan Sujana, S.Ag., M.Fil.H dan I Made Swastika Dharma Arta, S.Kom. 

Menurut Putu Dian Prima Kusuma Dewi, masalah LTFU tidak bisa diabaikan begitu saja karena tingkat kematian pada mereka yang mengalami LTFU akan jauh lebih tinggi. 

LTFU sering kali dikaitkan dengan pola prilaku pada odha dengan alasan bosan untuk minum obat, putus asa, stigma dan diskriminasi. Sehingga mereka memilih untuk tidak datang kembali untuk terapi. 

Solusi yang bisa ditawarkan dari program ini yaitu menciptakan sebuah sistem atau aplikasi adherence support yang berfungsi sebagai reminder tools.

Adherence support ini dapat berupa layanan pengingat untuk melakukan terapi. Dimana layanan yang dilengkapi dengan adherence support 

sistem berupa reminder tools mampu menurunkan risiko LTFU hingga 31 % (Lamb et al., 2012; Dewi, 2015; Dewi and Widiarta, 2018).

"Aplikasi reminder tools dengan berbasis short massage system dan call phone berbasis web terbukti meningkatkan kepatuhan odha dalam pengobatan hingga 90% (Ybarra and Bull, 2007; Pop-Eleches et al., 2013)." paparnya.

Kondisi yang dapat tergambarkan sebelum aplikasi IPTEK pada layanan terapi ARV. Bahwa pendataan pasien ARV masih dilakukan secara manual, 

data yang ditulis juga tidak lengkap terutama data terkait nomor handphone atau contact person yang bisa dihubungi. 

Dalam pendataan pasein yang menerima terapi ARV memberikan kemudahan kepada pemegang program voluntary counselling and testing (VCT) 

disaat membutuhkan data pasien yang menerima terapi ARV. Hal yang dilakukan adalah dengan mengklik pada tombol “Export XLS”. 

Maka semua data yang telah dimasukkan akan muncul ke dalam data bentuk microsoft excel sehingga mudah untuk di data dan dianalisis. 

"Selain itu kondisi yang ditemukan paling nyata dengan adanya aplikasi ini peningkatan pelayanan dalam terapi ARV. 

Petugas atau pemegang program sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini terutama pada kegiatan monitoring pengambilan ARV. 

Kemudahan pemegang program VCT saat membutuhkan data pasien yang menerima terapi ARV," bebernya. 

Keuntungan dari program VCT saat membutuhkan data pasien yang menerima terapi ARV.

Dituturkan Dian Prima, petugas dapat mengingatkan odha untuk datang mengambil obat dalam bentuk sms atau telepon secara manual satu persatu pasien. 

Setelah adanya aplikasi ini, maka petugas hanya melakukan monitoring dari sistem aplikasi ADS, karena pengiriman sms telah dilakukan secara autopilot oleh sistem. 

Reminder yang diberikan pun sebanyak dua kali untuk benar memastikan bahwa obat telah diambil dan odha ingat jadwal pengambilan obatnya. 

Dari hasil kegiatan penelitian ini dapat disimpulkan. Semua data pasien terinput dengan baik dalam sistem dan dapat disalin langsung untuk keperluan laporan dalam bentuk excel.

Kemudian  tentunya mengurangi beban kerja petugas kesehatan serta meningkatkan efisien dan efektifitas dalam melakukan monitoring. 

Disamping itu sebagai proses mengingat untuk pengambilan obat yang sebelumnya dilakukan petugas secara manual via handphone pribadi. 

"Maka setelah adanya aplikasi ADS ini petugas hanya tinggal mengisi tanggal eksekusi pertama untuk reminder dan selanjutnya 

sistem yang akan mengirimkan sms secara otomatis setiap bulannya pada handphone pasien. Kemudian juga memudahkan dalam proses monitoring," tandasnya.

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP