Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Sportainment

Unik, Satu-satunya di Bali, Bale Kulkul Berbahan Bambu di Gianyar

05 November 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

unik, bale kulkul, bale kulkul unik, kulkul dari bambu, desa belega

Bale kulkul di Banjar Belega Kanginan, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh berbahan bambu. (Indra Prasetya/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR – Sentra kerajinan bambu di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh membuat bale kulkul (kentongan) berbahan bambu. 

Bale bambu itu setinggi kurang lebih 5 meter berdiri di areal Balai Banjar Belega Kanginan. Di bagian atas, diletakkan tiga kulkul. 

Bale kulkul bambu itu cukup awet dan sudah berdiri sekitar 1,5 tahun lalu. Perbekel Belega  Ketut Trisna Jaya menyatakan, bale kulkul berbahan bambu itu sebetulnya darurat. 

“Bale kulkul yang lama dibongkar. Posisi awalnya di sini (pojok barat) bale banjar,” ujar Trisna Jaya kemarin. Bale yang baru, akan dibangun di atas dak, di lantai dua. 

“Sambil menunggu pembangunan dak, maka dibuat dulu sementara pakai bambu,” imbuh Trisna Jaya.

Pembangunan bale kulkul itu dibuat oleh warga Belega yang sebagian besar perajin bambu.

“Itu dibangun swadaya, kurang lebih semingguan. Bahan dan tenaga semua dari banjar ini, kan di sini sentra kerajinan bambu,” jelasnya. 

Pondasi bale kulkul itu dijamin kuat. Ada 4 bambu besar sebagai pilar utara. Kemudian ditopang oleh bambu lainnya. Tinggi kulkul itu kurang lebih 5 meter. 

Di bagian atasnya, dibuat atap. Namun dipadukan dengan atap seng. “Dari struktur, ini kuat. Buktinya sudah berdiri setahun lebih. Ini bisa tahan sampai 5 tahunan,” jelasnya.

Di bagian atas, ada tiga kulkul diletakkan. “Ada kulkul banjar, kulkul pemuda dan kulkul untuk memanggil sekaha (kelompok, red),” jelasnya lagi. 

Yang unik, kulkul bambu itu tidak berisi tangga. “Karena ini sementara, jadi kulkul diikat pohon jepun (kamboja, red). Jadi kalau mau mukul, naik ke pohon dulu,” ujarnya sambil tertawa. 

Sambil menunggu balai banjar di dak, maka bale kulkul kemungkinan bisa berdiri hingga 2021 mendatang. 

“Kemungkinan seperti ini sampai tahun 2021, karena tahun depan baru kami bisa lanjutkan pembangunan balai banjarnya. 

Sekalian di sana pembuatan bale kulkul yang permanen, kalau dibiarkan menggunakan bambu bisa tahan sekitar lima tahunan,” pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP