Kamis, 21 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Sebelum Tewas Bunuh Diri,Dosen Ternama di Bali Sempat Video Call Istri

09 November 2019, 15: 20: 56 WIB | editor : ali mustofa

dosen ternama, tewas bunuih diri, video call istri, bunuh diri, gantung diri

Petugas mengevakuasi jasad korban dari rumahnya di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Seorang dosen salah satu universitas ternama di Bali bernama I Nyoman Ngurah Suwarnatha ditemukan tewas bunuh diri, Jumat (8/11) kemarin sekitar pukul 15.30 Wita.

Pria 39 tahun itu ditemukan gantung diri di kediamannya di Perumahan Prima Graha D13, Lingkungan Muding Kaja, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Berdasar informasi, sebelum ditemukan tewas gantung diri, pria kelahiran Denpasar, 17 Maret 1980 silam ini sempat menghubungi istrinya bernama Maharatu Giri Pratiwi, 31, lewat video call.

Sang istri sendiri tinggal di Tabanan karena menemani anaknya yang sedang sekolah. "Video call itu terjadi hari Rabu (6/11) sekitar pukul 20.00.

Saat itu korban yang sendirian di rumah memberitahukan kepada sang istri lewat video call bahwa dirinya akan gantung diri," terang seorang petugas kepolisian, Sabtu (9/11) siang.

Mendapatkan video call seperti itu, istri korban meminta bantuan seorang saksi lain untuk mengecek kondisi sang suami.

Namun saat itu, saksi belum sempat mengecek langsung. Hingga akhirnya, Jumat (8/11)  sekitar pukul 15.30 Wita, karena curiga, istri korban bersama warga mendatangi lokasi kejadian.

Setelah pintu rumah berhasil didobrak, sang istri dan warga kaget saat melihat korban sudah tergantung di depan kamar mandi dalam kondisi tewas.

Atas kejadian itu, keluarga korban menghubungi kepolisian Polsek Kuta Utara. "Dari hasil olah TKP, korban diperkirakan telah tewas 1 atau 2 hari sebelum ditemukan," tambah sumber polisi.

Saat ditemukan tubuh korban sudah membengkak dan mulai mengelupas. Korban gantung diri menggunakan tali plastik pada kusen pintu kamar mandi.

Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanha tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Kini jasad korban sudah dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar.  

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP