Minggu, 15 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Musim Hujan Segera Tiba, Bupati Arta Minta Stop Buang Sampah ke Sungai

11 November 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

musim hujan, bupati arta, stop buang sampah, buang sampah ke sungai, pemkab jembrana

Aksi gotong royong membersihkan sungai. Aksi ini untuk langkah preventif pencegahan banjir yang kerap terjadi tiap tahun. (Istimewa)

Share this      

NEGARA – Setiap musim hujan tiba, warga selalu dikhawatirkan dengan banjir. Terutama warga yang tinggal sekitar bantaran sungai, setiap tahun menjadi langganan banjir hingga merendam sebagian rumah.

Seperti banjir yang sering terjadi di sekitar Kota Negara akibat luapan sungai Ijogading dan anak sungainya yang terjadi setiap tahun.

Banjir tersebut terjadi diduga akibat sampah yang menyumbat aliran sungai sehingga ketika hujan tiba, daerah aliran sungai tidak mampu menampung sehingga menyebabkan banjir.

Karena itu, warga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah ke sungai.

“Jadi hentikan, jangan buang sampah kesungai lagi. Sampah –sampah itu kumpulkan saja didepan rumah masing-masing nanti ada tim

dari kebersihan yang akan mengangkutnya,” kata Bupati Jembrana I Putu Artha saat gotong royong membersihkan sungai di Pangkung Lampah, Kelurahan Pendem.

Bupati mengingatkan potensi banjir yang membhayakan masyarakat disekitar didaerah aliran sungai.

Karena itu, warga diimbau untuk rutin membersihkan lingkungn masing-masing. Mulai dari selokan , got serta sungai terdekat agar jangan ada endapan sampah.

Selain sampah, tanaman liar dikanan kiri badan sungai juga memicu penyempitan aliran sungai, sehingga harus rutin dibersihkan terutama endapan tanah bercampur lumpur yang membuat aliran sungai sempit.

“Kegiatan ini juga untuk memberikan edukasi pada warga lainnya agar sadar akan kebersihan dan jangan buang sampah ke sungai.

Karena itu sasaran gotong royong membersihkan pangkung lampah Pendem dari sampah yang memenuhi badan sungai,” terangnya.

Bupati dua periode ini menyampaikan, masyarakat perlu penyadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Karena dampak sungai yang dipenuhi sampah bakal terasa kalau musim hujan tiba. "Sudah pasti air akan melimpah  ke jalan, bahkan permukiman penduduk didekat sungai.

Apalagi daerah-daerah yang selama ini sering kena banjir harus berbenah, jangan sampai terus-terusan banjir. Harus diawali dengan perubahan perilaku masyarakat untuk tidak buang sampah ke sungai," ucapnya.

Menghadapi musim hujan bupati mengintruksikan kepada jajaran untuk selalu waspada. Menurutnya Pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan melakukan langkah –langkah preventif menghadapi musim penghujan.

Di antaranya, menerjunkan dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Jembrana turun langsung membersihkan sungai.

Langkah serupa juga telah disampaikannya kepada para camat serta kelian agar waspada  akan potensi banjir dimusim hujan.

“Banjir dihilir tidak bisa dipisahkan dengan kondisi hutan didaerah hulu. Karena itu kami sudah lakukan reboisasi dan penghijauan hutan.

Tapi tetap yang terpenting peran serta masyarakat kita untuk ikut menjaga hutan dengan tidak menebang pohon,” tegasnya.

Pada saat gotong royong Sabtu lalu, dari aliran sungai mengumpulkan sampah plastik sebanyak 45,3 kg serta sampah organik yang merupakan sisa tanaman sebanyak 7 meter kubik.

“Sesuai instruksi bupati kami akan intensifkan kegiatan bersih-bersih sungai sebagai langkah antisipasi turunnya musim hujan, sehingga tidak sampai banjir, “ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP