Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Bali Rawan Gempa, BMKG Pasang Sensor Gempa dan Tsunami di 4 Kabupaten

17 November 2019, 21: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali rawan gempa, bmkg ri, sensor gempa, sensor tsunami, empat kabupaten, gubernur koster, prof dwikorita

Titik sirene deteksi dini gempa yang tersebar di 9 titik di Pulau Bali. BMKG berencana menambah alat sensor gempa dan tsunami di empat kabupaten di Bali (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya kepada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menjadikan

Bali sebagai wilayah dengan sistem pendeteksi gempa dan tsunami yang setara dengan yang dimiliki Ibu Kota Jakarta.

"Tentu saya dukung penuh rencana itu, dan kami berterima kasih sekali dengan upaya tersebut," ujar Gubernur Koster kemarin saat menerima Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Gubernur Koster menyebutkan, bangunan seperti hotel dan fasilitas lainnya di Bali akan dibangun dengan standarisasi tahan gempa serta memiliki akses yang memadai jika suatu waktu terjadi bencana.

"Kalau perlu jadi prasyarat pemberian IMB (ijin mendirikan bangunan, red) kita di Bali. Di samping juga, kita lebih intensifkan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat," katanya. 

Sementara itu, Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemasangan alat sensor gempa dan tsunami

baru di beberapa titik di Kabupaten Bangli, Karangasem, Buleleng serta Pulau Nusa Penida - Klungkung pada medio Desember mendatang.

"Tujuannya untuk lebih merapatkan jaringan dan sistem, sehingga peringatan dini akan lebih cepat terdeteksi.

Kalau sekarang jedanya 5 menit, nanti bisa sampai 3 menit setelah terjadi gempa sudah ada peringatan," ujar mantan Rektor UGM itu.

Alat-alat baru tersebut juga untuk memperkuat penerimaan sinyal terhadap deteksi gempa. "Sekarang yang baru terpasang alat sensor untuk gempa kekuatan besar,

nantinya akan diperkuat dengan sensor untuk gempa berkekuatan rendah, sehingga getaran kecil sekalipun akan terdeteksi," ucapnya.

Prof Dwikorita menambahkan, alat sensor itu juga akan dilengkapi super komputer untuk mencegah perangkat 'hang' saat menerima data.

Peningkatan perangkat dan sumber daya manusia di Bali, menurut Prof Dwikorita akan menjadikan Bali sebagai kawasan yang setara dengan Jakarta dari segi infrastruktur pendeteksi gempa dan tsunami.

"Bahkan, Bali kita plot sebagai back up. Bilamana ibu kota mengalami kelumpuhan akibat bencana, maka Bali dengan infrastruktur yang sama akan menjadi pusat informasi kebencanaan Indonesia," kata Prof Dwikorita.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali I Made Rentin serta Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Moh Taufik Gunawan.

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP